SIFAT COWOK BERDASARKAN BULAN KELAHIRANNYA

^^^....^^^


Lelaki yg kelahiran bulan JANUARI karakter yang biasa menonjol adalah mudah sekali jatuh cinta tapi tidak mudah melupakan cintanya apabila dikhianati. Lelaki ini termasuk seorang yang romantis, tetapi kesulitan saat mengungkapkan perasaannya. Karena mereka biasanya pemalu dan mudah cemburu. Kecemburuan inilah yang sering kali membuat hubungan cintanya menjadi berakhir.

Lelaki yg kelahiran bulan FEBUARI biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, cerdas, temperamental, mood sering berubah-ubah, terkadang rendah diri, pemalu, sederhana, terlalu sensitif dan mudah sakit hati. Tapi lelaki ini memiliki keberanian yang tinggi dan keras kepala. Mereka juga tidak menyukai hal-hal yang dianggap tidak penting. Selain itu, mereka memiliki tekad yang kuat, cenderung ambisius apabila memiliki impian atau keinginan dan berusaha untuk mendapatkannya dengan segala cara.

Lelaki yg kelahiran di bulan MARET biasanya lelaki ini memiliki aura yang menarik simpati lawan jenis. Sifat menonjol lainnya adalah pemalu, pecemburu dan sangat bergantung pada pasangan. Ia juga penuh tuntutan dan banyak maunya.

Lelaki yg kelahiran di bulan APRIL, memang sangat sulit membuka pintu hatinya di saat hatinya tengah terluka dan disakiti. Mereka memiliki pandangan bahwa lebih baik memendam perasaan daripada menerima penolakan. Jiwanya sangat jauh dari romantis, tapi lelaki ini sangat setia pada pasangannya

Lelaki yg kelahiran di bulan MEI, biasanya mereka sangat menghargai kejujuran lebih dari apapun. Memang lelaki Mei sangat mudah jatuh cinta, apalagi mengetahui perempuan itu bisa mengerti jiwanya yang senang berkhayal. Mereka memang lawan bicara yang menyenangkan, tapi saat bersama pasangan, dia suka mengatur.

Lelaki yg kelahiran di bulan JUNI, lelaki ini sangat pemilih dan sangat brand minded. Karena memang mereka memiliki selera yang sangat tinggi. Emosinya mudah meledak sehingga sering melakukan aksi berdiam diri dan moodnya mudah berubah. Kebaikan hatinya bisa dipengaruhi dengan sesuatu hal yang dianggapnya cukup menyakinkan. Meskipun memiliki banyak ide tapi keraguan selalu menyelimuti pikirannya.

Lelaki yg kelahiran di bulan JULI, biasanya mereka sangat senang berada disamping sang kekasih. Mereka selalu mengatakan yang sejujurnya, sensitif tapi mudah memaafkan seseorang. Mudah terpancing oleh sesuatu hal yang berkaitan dengan perasaannya, tapi mereka seorang pendengar yang baik.

Lelaki yg kelahiran di bulan AGUSTUS, karakter aslinya senang memimpin dan selalu menonjol didepan teman-temannya. Mereka memiliki jiwa penuh kasih dan penyayang. Lelaki ini memiliki tipe romantis, pintar memperlakukan perempuan sehingga lebih cenderung senang membual. Perasaannya sangat halus atau sensitif. Hal yang paling menonjol adalah mereka senang sekali berkeluh kesah pada orang lain, tanpa harus dipertanyakan.

Lelaki yg kelahiran di bulan SEPTEMBER, pandai membujuk, berkompromi, bersikap tegas, pendiam tapi pintar berbicara. Mereka sangat jarang menunjukkan emosinya sehingga lebih cenderung menyembunyikan perasaannya. Lelaki ini juga memiliki ingatan yang kuat dan tipe orang pemikir. Sehingga kesalahan sekecil apapun, tetap akan diingatnya. Mereka juga sangat pemilih, tidak sembarangan memilih pasangan dan doyan mengkritik. Menyukai olahraga, bertualang dan bersantai.

Lelaki yg kelahiran di bulan OKTOBER, maka mereka termasuk komunikator ulung dan senang berbincang karena memang tutur bahasanya halus dan simpatik. Tidak suka berbelit-belit. Ia tidak pandai berbohong dan kurang bisa berpura-pura. Memiliki temperamen buruk, egois. Sangat terpengaruh dengan pendapat pribadi dan cenderung masa bodoh dengan pendapat orang lain. Cepat mengambil keputusan dan salah satu kelebihannya, ia berbakat menjadi peramal hebat karena instingnya sangat kuat.

Lelaki yg kelahiran di bulan NOVEMBER, biasanya lelaki ini memiliki pemikiran jauh ke depan, unik dan cerdas. Ia memiliki ide-ide yang luar biasa. Pemikirannya tajam dan selalu ingin tahu. Pendiriannya kuat dan pendendam. Ia jarang sekali marah, kecuali jika terpaksa. Memiliki cinta yang teramat dalam dan sabar. Ciri menonjol darinya bertubuh kuat dan selalu bersemangat.

Lelaki yg kelahiran di bulan DESEMBER, mereka memiliki sifat yang setia, murah hati, kurang sabar dan terburu-buru. Mudah jatuh cinta dan tergesa-gesa dalam berhubungan. Memiliki ketergantungan yang tinggi pada pasangan. Mudah marah tapi juga suka bercanda. Pada dasarnya ia memiliki sense of humor yang bagus. Pribadi yang menyenangkan, suka bersosialisasi dan tidak suka berada dalam situasi terkekang. Benarkah hal itu, anda silakan perhatian melalui gerak geriknya.

Sumber : kutip.com

trombopoesis

Trombosit berasal dari megakariosit yang terdapat dalam sumsum tulang. Sudah diketahui bahwa megakariosit ini berasal dari sel induk pluripotensial. Pengaturan produksi Trombosit dilakukan oleh suatu faktor trombopoetik, yaitu sejenis hormon yang analog dengan eritropoetin yang disebut trombopoetin. Trombopoetin telah dapat ditentukan ciri-cirinya dan ternyata bahwa zat ini pada elektroforesis bergerak bersama fraksi albumin dan betaglobulin plasma.
Tempat produksi dan biodimanika trombopoetin belum diketahui dengan pasti ; beberapa peneliti menduga bahwa ginjal merupakan salah satu tempat pembentukan hormon ini. Defisiensi trombopoetin ditemukan pada penderita trombositopenia kronik yang mungkin congenital.
Produksi Trombosit diatur pula oleh jumlah atau masa Trombosit yang ada. Selain itu faktor-faktor lain seperti limpa dan kadar besi dalam serum juga mungkin berpengaruh pada trombopoesis.

Megakarioblast dan Promegakariosit
Megakarioblast adalah sel besar berukuran 20-45 um, inti besar dengan kromatin halus dan terdapat 1 atau 2 anak inti, sitoplasma biru tidak bergranula. Berbeda dengan Megakarioblast, Promegakariosit mengandung inti yang terbagi menjadi 2 atau 4 lobus, dalam sitoplasma biasanya telah ada granula berwarna biru kemerah-merahan dan sitoplasma tidak terlalu biru. Mungkin tampak tonjolan-tonjolan sitoplasma seperti gelembung. Inti menjadi sangat poliploid mengandung DNA sampai 30 kali banyak dari sel normal. Sitoplasma sel ini homogen dan sangat basofilik.

Megakariosit dan Metamegakariosit
Megakariosit biasanya berukuran lebih besar daripada sel pendahulunya. Merupakan sel raksasa diameter 35 – 150 mikron, inti dengan berlobus tidak teratur, kromatin kasar,anak inti tidak terlihat dan bersitoplasma banyak. Sitoplasma penuh terisi mitokondria, mengandung sebuah Retikulum Endoplasma Kasar (RE Rough) yang berkembang baik dan sebuah Kompleks Golgi luas. Dalam sitoplasma terdapat banyak granula berwarna biru kemerah-merahan. Dengan matangnya Megakariosit terjadi banyak invaginasi dari membran plasma yang membelah-belah seluruh sitoplasma, membentuk membran dermakasi yang memberi sekat pada tiap tempat. Sistem ini membatasi daerah sitoplasma megakariosit dan beberapa bagian dari sitoplasma yang bergranula itu kemudian melepaskan diri dan membentuk trombosit. Dari satu megakariosit dapat menghasilkan 1000-5000 sel trombosit. Setelah megakariosit melepaskan banyak trombosit dan sitoplasma yang berisi thrombosit habis maka yang tertinggal hanya inti saja dan oleh sistem RES dalam hal ini makrofag akan memfagositosis inti ini untuk dihancurkan dan dicernakan.

Thrombosit (Platelet)
Merupakan sel yang berbentuk kepingan berukuran 3-4 mikron, dikeluarkan dari sitoplasma megakariosit dan kemudian memasuki darah perifer sebagai sel pembeku darah. Terdiri dari sitoplasma yang bersifat basofilik yang pucat (hialomer), memiliki granula berupa granula azurofil (granulomer). Dengan pewarnaan Romanowsky akan berwarna merah pucat. Dalam darah tepi berumur pendek, jumlahnya tidak merata, mudah menggumpal dan mudah rusak. Dalam darah tepi orang normal ditemukan 150.000-300.000 sel permm3 darah

SITOHISTOTEKNOLOGI

Pendahuluan
Sitohistoteknologi terdiri dari : Sito berarti sel dan Histo berarti jaringan. Jadi merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel dan jaringan. Apakah unsur-unsur jaringan itu? Dalam jaringan pada umumnya terdapat 3 komponen dasar yang menyusunnya yaitu : Sel , Substansi Interseluler dan Cairan.
1. Sel
Merupakan komponen yang bersifat hidup dalam jaringan dan merupakan unit struktural dan fungsional yang terkecil dari organisme.
2. Substansi Interseluler
Bersifat tidak hidup dan sebagai hasil produksi sel. Terdapat diantara sel-sel didalam jaringan. Bentuk fisiknya dapat dipilahkan :
a. Sebagai substansi dasar karena tidak berbentuk dan dalam keadaan setengah padat.
b. Sebagai serabut.
3. Cairan
Merupakan komponen yang menonjol dalam plasma darah, cairan limfa, cairan jaringan dsb.

Susunan kimia jaringan tubuh kita terdiri atas :
Air 65 - 70 %
Protein 10 %
Lipid 10 - 15 %
Karbohidrat 10 %
Zat Anorganik 5 %
Berdasarkan fungsi dan strukturnya jaringan tubuh dikelompokkan menjadi 4 macam jaringan dasar yaitu :
1. Jaringan Epitil
Terdiri dari kumpulan sel-sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran, oleh karena itu disebut pula sebagai membran epitil / epitil saja untuk membedakan dengan epitil kelenjar. Jaringan ini tidak mempunyai substansi interseluler dan cairannya sangat sedikit.

2. Jaringan Pengikat
Sel-selnya tidak rapat susunannya karena dipisahkan oleh sunstansi interseluler yang nyata. Fungsi utama adalah mengikatkan ketiga jenis jaringan dasar lainnya ataupun antara organ-organ dalam tubuh. Fungsi lain adalah sebagai jaringan penyokong dll.
Oleh karena itu atas dasar struktur dan fungsi yang berbeda tersebut jaringan pengikat dalam arti luas dikelompokkan dalam :
1. Jaringan pengikat sebenarnya
2. Jaringan Kartilago
3. Jaringan Tulang
4. Jaringan Mieloid
5. Jaringan Darah
6. Jaringan Limfoid

3. Jaringan Otot
Terdiri atas sel-sel yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh. Pada umumnya selnya berbentuk memanjang bahkan dapat berbentuk sebagai serabut yang dapat berubah memendek.

4. Jaringan Syaraf
Terdiri dari sel-sel yang mempunyai tonjolan-tonjolan yang berfungsi menghantarkan impuls listrik dalam tugas koordinasi kegiatan alat-alat tubuh.


EPITIL PERMUKAAN

Epitil dikelompokkan menjadi :
1. Jaringan epitil yang menutupi dan membatasi permukaan luar dan dalam tubuh yang disebut sebagai epitil permukaan.
2. Jaringan Epitil yang tumbuh kedalam jaringan pengikat menjadi epitil kelenjar.

Asal Epitil
Sebagian besar epitil tumbuh dari lapisan ektoderm dan endoderm embrio, walaupun ada sejumlah epitil berasal dari mesoderm (misal pada sistem urogenitalis dan cortex glandula suprarenalis).
Epitil yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada 2 macam yaitu :
a. Endothelium / Endotil
Merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah, jantung dan penbuluh limfa.
b. Mesothelium / Mesotil
Merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu misal yang melapisi Peritoneum, Pleura dan Pericardium.

Fungsi Umum Membran Epitil :
1. Proteksi / Perlindungan, karena epitil melapisi permukaan dalam dan luar tubuh.
2. Absorbsi, misal : epitil yang membatasi permukaan dalam usus. Selain berfungsi perlindungan juga berperan dalam proses penyerapan hasil-hasil pencernaan makanan yang bekerja secara selektif.
3. Lubrikasi
Misal epitil yang melapisi vagina yang tidak memiliki kelenjar.
4. Sekretoris , bertindak sebagai kelenjar.
Macam Epitil
Epitil diklasifikasikan berdasarkan :
a. Bentuk sel-sel yang menyusunnya.
b. Jumlah susunan sel-sel dalam epitil dsb.

Bentuk sel Epitil
Pada umumnya dibedakan 3 macam yaitu :
1. Sel Gepeng
2. Sel Kuboid
3. Sel Silindris

1. Sel Gepeng
Karena berbentuk sebagai sisik ikan (squamous cell). Ukuran tinggi / tebal kurang dari ukuran ukuran panjang dan lebar selnya. Dari permukaan tampak sel-sel bentuk poligonal.
2. Sel Kuboid
Ukuran tebal dan panjang yang sama sehingga nampak sebagai bujur sangkar. Dari permukaan bentuk sel tampak poligonal.
3. Sel Silindris
Ukuran tinggi melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan bentuk sel tampak poligonal biasanya inti bentuk oval terletak agak kearah basal.

Berdasarkan susunan sel-sel yang membentuk epitil dibedakan menjadi :
- Epitil selapis (Epithelium simplex)
- Epitil berlapis (Epithelium complex)
- Epitil semu berlapis / epitil bertingkat (Epithelium Pseudocomplex)

Atas dasar bentuk sel dan susunan sel yang membentuk epitilnya maka penamaannya yang terdapat dalam tubuh menentukan jenis epitil :
1. Epitil Gepeng Selapis (Epithelium Squamous Simplex)
Seluruh sel yang menyusun epitil ini berbentuk gepeng dab tersusun dalam satu lapisan. Batas-batas sel baru jelas bila sediaan diwarnai dengan AgNO3. Epitil jenis ini terdapat misal pada : permukaan dalam membrana Tympani, Lamina Parietalis Capsula Bowmani, Rete testism Ductus Alveolaris, Alveoli pada paru-paru, Pars Descendens Ansa Henlei pada ginjal, Mesotil yang membatasi rongga Serosa, Endotil yang membatasi permukaan sistem peredaran.

2. Epitil Kuboid Selapis (Epithelium Cuboideum Simplex)
Agak jarang ditemukan dalam tubuh. Susunannya terdiri atas selapis sel yang berbentuk kuboid dengan inti yang bulat di tengah. Dijumpai pada Plexus Choroideus di Ventriculus otak, Folikel Glandula Thyroidea, Epithelium Germinativum pada permukaan ovarium, Epithelium Pigmentosum Retinae dan Ductus Excretorius beberapa kelenjar.

3. Epitil Silindris Selapis (Epithelium Cylindricum Simplex)
Terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris sehingga inti yang berbentuk oval tampak terletak pada satu deretan. Diketahui pada permukaan sel lendir Tractus Digestivus dari lambung sampai anus, Vesica Fellea dan Ductus Excretorius pada beberapa kelenjar.

4. Epitil Gepeng Berlapis (Epithelium Squamousum Complex)
Lebih tebal dari epitil selapis. Pada potongan melintang permukaan tampak terlihat berbagai bentuk sel yang menyusunnya. Yang berbentuk gepeng hanyalah sel-sel pada lapisan permukaan, sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah. Epitel jenis ini sangat cocok untuk fungsi proteksi, tetapi kurang cocok untuk fungsi sekresi. Epitel jenis ini dibedakan 2 macam :
a. Epitil Gepeng berlapis tanpa keratin.
Terdapat pada permukaan basah misal : Cavum oris, esophagus, Cornea, Conjunctiva, Vagina dan Urethra Feminima.
b. Epitil Gepeng berlapis berkeratin
Pada epidermis kulit.

5. Epitil Silindris Berlapis (Epithelium Cylindricum Complex).
Terdiri atas beberapa lapisan sel dengan lapisan teratas berbentuk silindris dan bagian basal selnya tidak mencapai membrana basalis. Ditemukan pada : peralihan Oropharynx ke Larynx, Urethra Pars Cavernosa, Ductus Excretorius beberapa kelenjar.

6. Epitil Kuboid Berlapis (Epithelium Cuboideum Complex)
Terdiri atas sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid. Jenis ini tidak terlalu banyak diketemukan dalam tubuh misal : pada ductus excretorius glandula parotis dan dinding Anthrum Folliculli Ovarii.

7. Epitil Silindris Bertingkat (Epithelium Cylindricum Pseudocomplex)
Semua sel-sel yang menyusunnya mencapai membrana basalis, karena tinggi sel-selnya tidak sama, maka puncaknya tidak semua mencapai permukaan epitil.
Mempunyai modifikasi adanya silia pada permukaan sel yang berukuran tinggi disebut sebagai epitil silindris bertingkat bersilia yang terdapat pada : Trachea, Bronchus yang besar dan ductus deferens. Pada trachea sel-sel yang mencapai permukaan ada 2 jenis yaitu sel bersilia dan sel piala (Goblet cell) yang berfungsi sebagai sel kelenjar.

8. Epitil Transisional
Merupakan bentuk peralihan yang berubah bentuknya tergantung dari keadaan ruangan organ yang dibatasi. Epitil ini sangat tepat untuk melapisi permukaan suatu organ berongga yang selalu mengalami perubahan volume seperti kandung kemih.

Jaringan Otot
Otot adalah jaringan yang mempunyai kemampuan khusus berkontraksi sehingga ada gerakan. Otot terdiri atas serabut silindris yang mempunyai sifat yang sama dengan sel dari jaringan lain. Ada 3 jenis otot :
1. Otot bergaris (otot lurik, otot kerangka atau otot sadar) berkontraksi karena rangsangan saraf.
2. Otot Polos (otot tidak bergaris, otot licin, otot tak sadar) berkontraksi tanpa rangsangan saraf.
3. Otot jantung : otot bergaris seperti otot lurik, mempunyai kemampuan khusus : berkontraksi otomatis dan ritmis tanpa tergantung ada tidaknya rangsangan saraf.

Jaringan Saraf
Terdiri atas tiga unsur yaitu :
1. Unsur berwarna abu-abu yang membentuk sel saraf.
2. Unsur putih, serabut saraf
3. Neuroglia, sejenis sel pendukung yang menghimpun dan menopang sel saraf dengan serabut saraf.
Setiap sel saraf dengan prosensusnya yaitu neuron.

Jaringan Pengikat (Connective Tissue)
Gambaran Histologis yang merupakan ciri :
1. Terdiri dari macam-macam sel.
2. Terdapat substansi interseluler
3. Berasal dari jaringan Mesenkhim.

Fungsi :
1. Mengikat, menghubungkan dan mengisi celah antara jaringan lain.
2. Sebagai penyokong atau penopang
3. Berfungsi khusus.

Berdasarkan fungsi dan gambaran Histologis tsb dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok :
1. Jaringan pengikat biasa
2. Jaringan pengikat penyokong yang mencakup kartilago dan tulang
3. Jaringan Hemopoietik, darah dan jaringan Limfoid

Komponen jaringan pengikat terdiri atas :
 Sel
 Substansi dasar : substansi amorf tempat komponen-komponen lain dari jaringan pengikat terendam.
- Mukopolisakarida (lendir) terdiri atas :
Asam hialuronik tanpa gugus sulfat dan asam kondroitin sulfurik.
- Glikoprotein (dapat diwarnai dengan PAS)
 Komponen Fibriler
- Serabut kolagen
- Serabut elastis
- Serabut Retikuler

Serabut Kolagen
Terbentuk dari protein dari kolam, merupakan jenis protein paling banyak dalam tubuh. Dimeter 1 m – 12 m, rata-rata 7,7 m. Dalam jaringan pengikat longgar sehingga tampak berjalan bergelombang. Merupakan gambaran serabut halus yaitu fibril. Pada kondisi segar berwarna putih berbentuk serabut putih dan merupakanbahan keras, bila direbus menjadi lunak disebut gelatin. Dengan pewarnaan biasa (H.E) berwarna merah muda / merah. Dengan pewarnaan khusus Van Giessen berwarna merah cerah, dengan Pewarnaan Mallory berwarna biru.

Serabut Elastis
Penyusunnya adalah protein elastis, bersifat sangat tahan terhadap pengaruh kimia, dalam keadaan segar berwarna kuning, bersifat kenyal. Pewarnaan HE berwarna lebih merah. Pewarnaan khusus yaitu zat warna Orcein / Resorchin-fuchsin (Weigert). Serabutnya tipis dan panjang dengan ketebalan < 1 m sampai dengan beberapa m.

Serabut Retikuler
Serabut-serabut halus yang saling berhubungan membentuk anyaman / jala. Sangat sulit dilihat dengan pewarnaan H.E. Dengan Impregnasi garam perak tampak anyaman hitam. Dapat diwarnai dengan PAS. Banyak dijumpai sebagai kerangka dalam jaringan Limfoid dan Hemopoeitik.

Berdasarkan Tingkat Diferensiasi jaringan pengikat dibedakan :
1. Jaringan Pengikat Embrional
Dalam embrio ada 2 jenis yaitu : jaringan mesenkhim dan jaringan mukosa. Jaringan mukosa yang juga merupakan jaringan embrional terdapat pada tali pusat, humor vitreus dalam bola mata. Bentuk sel oval stelat dengan inti sesuai bentuk selnya.
2. Jaringan Pengikat Dewasa
Ada 5 jenis :
1. Jaringan pengikat longgar
2. Jaringan pengikat padat
3. Jaringan pengikat retikuler
4. Jaringan pengikat berpigmen
5. Jaringan lemak.

1. Jaringan pengikat longgar
Mempunayai struktur longgar, komponen sel-selnya dipisahkan oleh substansi interseluler yang nyata. Jenis sel yang terdapat dalam jaringan ini adalah fibroblas, sel lemak, Plasmasit, Makrofag, mastosit, sel-sel mesenkhim belum berdifendiasi, sel imigran dan sel pigmen.
2. Jaringan pengikat padat
Hubungan komponen jaringan yang menyusunnya rapat.
3. Jaringan pengikat retikuler
Sebagian besar tersusun atas serabut retikuler, biasanya terdapat sel retikuler primitif / sel makrofag dengan semua bentuk peralihannya. Serabut dan sel-selnya membangun kerangka (stroma) dalam jaringan limfoid dan jaringan mieloid.
4. Jaringan pengikat berpigmen
Tidak banyak terdapat dalam tubuh, diantaranya terdapat sebagai Tunica Suprachoroidea dan lamina fusca yang terdapat dalam Sclera bola mata. Karena adanya pigmen, tidak memerlukan pewarnaan khusus karena sel berpigmen (melanosit) sangat mudah dicari.
5. Jaringan Lemak
Sebagai pelindung terhadap gangguan suhu dan mekanik, berperan penting dalam metabolisme.


Jaringan pengikat Penyokong
Terdiri atas cartilago (tulang rawan) dan tulang. Mempunyai daya tahan besar karena struktur yang sangat berbeda.
Cartilago (tulang rawan)
Tidak memiliki pembuluh darah untuk nutrisinya. Substansi dasar mengandung serabut kolagen atau dengan serabut elastis. Mempunyai kemampuan tumbuh cepat sehingga merupakan kerangka sementara yang baik untuk embrio yang kelak diganti dengan jaringan tulang.
Pada permukaan persendian, cartilago dipertahankan untuk mengatasi pergesekan antara ujung-ujung tulang.
Struktur Histologi : terdiri atas komponen sel, serabut-serabut, dan substansi dasar (matriks).
Pada permukaan cartilago terdapat jaringan pengikat padat fibrosa yaitu Perichondrium kecuali pada permukaan sendi.
Berdasarkan jumlah matriks dan komposisi serabut-serabutnya dalam tubuh ada 3 jenis cartilago yaitu :
1. Cartilago Hyalin
Berwarna putih bening, terdapat pada permukaan persendian sebagai cartilago articularis. Pada saluran nafas, hidung, larynx, trachea, bronchus sebagai kerangka dinding.
2. Cartilago Elastis
Berwarna kekuning-kuningan, lebih lentur, terdapat pada cuping telinga, dinding saluran telinga luar, tuba eustachii, epiglotis, dan sebagian kerangka larynx.
3. Cartilago Fibrosa
Bentuk peralihan dari cartilago hyalin yaitu jaringan pengikat padat.

Jaringan Tulang
Beberapa perbedaan pokok dengan cartilago adalah :
1. Tulang memiliki sistem kanalikuler yang menembus seluruh substansi tulang.
2. Tulang memiliki jaringan pembuluh darah untuk nutrisi sel-sel tulang
3. Tulang hanya dapat tumbuh secara aposisi.
4. Substansi interseluler tulang selalu mengalami pengapuran.
Adanya pengapuran dalam substansi tulang sehingga pembuatan sediaan tulang yang disayat memerlukan teknik khusus. Agar mudah disayat dengan mikrotom, garam kapur dalam substansi interseluler dikeluarkan dahulu dengan dekalsifikasi menggunakan asam (misal : asam nitrat 5 % atau dengan EDTA / Ethylene Diamine Tetra acetic Acid). Cara lain tanpa dekalsifikasi adalah dengan menggosok sampai menjadi keping-keping tulang sangat tipis sehingga dapat diamati dengan mikroskop cahaya.

PERADANGAN
Radang adalah merupakan reaksi lokal jaringan vaskuler terhadap jejas. Tanda utama radang :
1. Bengkak (tumor).
2. Merah (Rubor)
3. Panas (Calor)
4. Nyeri (Dolor)
5. Gangguan Fungsi

Dasar Reaksi radang :
Suatu jaringan vaskuler bila mendapat jejas akan terjadi perubahan-perubahan sebagai usaha tubuh untuk memusnahkan agent yang membahayakan. Perubahan-perubahan tersebut antara lain :
1. Perubahan Hemodinamika
a. Vasokonstriksi
b. Vasodilatasi
c. Aliran darah menurun
d. Leukosit akan menepi (margination) dan memipih sepanjang dinding pembuluh darah (pavementing).
2. Perubahan permeabilitas
3. Eksudasi leukosit dan memakan agen (fagositosis)

Tahap-tahap proses fagositosis :
1. Pengenalan (recognation) melalui proses opsonisasi
2. Ditelan dengan pembentukan pseudopoda fagolisosom
3. Penghancuran (degradation)

Beberapa cara penghancuran agent yang sudah berada didalam fagolisosom :
1. Mekanisme penghancuran yang tergantung dengan oksigen
a. Sistim H2O2 myeloperoksidase halide
b. Super oksida (O2-)
2. Mekanisme penghancuran yang tidak tergantung dengan oksigen
a. Ion hidrogen yang mempengaruhi pH
b. Enzim lisosome
c. Fagositin

Mediator kimiawi radang :
Berupa yang berasal dari plasma, sel maupun jaringan yang rusak. Bahan tersebut diantaranya :
1. Vasoactive amin
2. Plasma Protease
a. Sistim Kinin
b. Sistim komplemen
c. Sistim koagulasi fibrinolitik
3. Prostaglandin
4. Produk Netrofil
5. Mediator lain seperti : Slow Reacting Substance, Endogeneus Pyrogen dan Substan P.

Sel Radang
Merupakan sel yang ikut aktif pada reaksi radang. Yang termasuk sel radang antara lain :
1. P.M.N : Neutrofil, Eosinofil dan Basofil
2. Monosit
3. Limfosit
4. Plasma Cell : Sel B, Sel T dan Sel Noel.

Neutrofil
Merupakan sel yang pertama yang mengikuti reaksi keradangan. Disamping berfungsi untuk pertahanan tubuh juga ikut mengembangkan reaksi keradangan lebih lanjut. Mempunyai 2 jenis granula :
1. Granula yang spesifik, berisi :
a. Lisosim
b. Lactoferrin
c. Alkaline Fosfatase
2. Azurophilic Granula, berisi :
a. Acid Hydrolase
b. Neutral Protease
c. Myeloperoksidase
d. Lisosim
Neutrofil merupakan sel dengan diferensiasi yang tinggi, sel ini mempunyai :
1. Reseptor pada membran yang berfungsi untuk pengenalan benda asing.
2. Protein yang kontraktil yang berfungsi untuk pergerakan perubahan bentuk.
3. Bahan-bahan untuk fagositosis maupun penghancuran dalam sitoplasma.

Eosinofil
Dengan pewarnaan eosin berwarna merah, sitoplasmanya mengandung granula yang mempunyai afinitas yang tinggi terhadap asam eosin. Sel ini mempunyai bahan-bahan :
1. Peroksidase (untuk deaminasi oksidatif histamin)
2. Aryl Sulfatase B (yang merusak SRS dari reaksi anafilaktik)
3. Histaminase ( untuk deaminasi oksidatif histamin)
4. Fosfolipase D (yang menginaktifkan platelet anaphylaxis factor)
Sel ini selain berfungsi melindungi tubuh dari benda asing juga berfungsi mengakhiri reaksi alergi. Sel ini juga banyak dijumpai pada infeksi parasit.

Basofil dan Mast Cell
Mempunyai fungsi yang mirip didalam reaksi alergi (hipersensitivitas tipe I). Perbedaan secara morfologi :
- Basofil mempunyai inti besar berlobi, sitoplasma mengandung granula yang berisi heparin, histamin dan tidak mengandung asam hidrolase.
- Basofil didapatkan didalam sirkulasi
- Mast cell diduga berasal dari jaringan ikat, mempunyai inti yang bulat dan bergranula yang mengandung heparin, histamin, dan asam hidrolase.

Monosit dan makrofage
Merupakan sel pembersih didalam tubuh. Berada di lokasi keradangan pada stadium lanjut, memakan partikel asing, debris dari sel tubuh yang rusak, darah merah yang rusak, protein dll. Termasuk sistim phagositosis yang mononuklear.
Didalam reaksi keradangan Makrofage bertugas :
1. Fagositosis dan penghancuran organisme / benda asing
2. Melepaskan enzim yang potensial
3. melepaskan bahan kemotaksis dan permeabilisator yang berfungsi untuk memperpanjang reaksi keradangan.
4. Melepaskan bahan-bahan yang merangsang leukositosis dan panas.
5. Melepaskan bahan yang membantu penyembuhan
6. Melepaskan protein yang penting untuk pertahanan tubuh.

Limfosit dan Plasma cell
Berfungsi didalam reaksi imunologis dan memproduksi antibodi. Berfungsi didalam reaksi hipersensitivitas yang lambat. Banyak didapatkan pada radang Granulomatous seperti tbc, lues dan reaksi radang akibat infeksi virus maupun Rickettsia.

Jenis radang :
1. Radang akut
2. Radang kronis
3. Radang granulomatik

1. Radang Akut
Ditandai adanya perubahan permeabilitas vaskuler dan eksudasi. Eksudatnya berisi cairan plasma, protein dan sel. Berdasarkan komposisi bahan-bahan tersebut maka eksudat radang akut dapat dibagi :
a. Eksudat yang serous
Merupakan eksudat yang rendah protein, dapat Berasal dari serum darah atau sekresi sel mesotel, misal : eksudat luka bakar. Secara mikroskopis sukar dilihat ; biasanya berdasarkan adanya ruangan abnormal diantara sel yang berisi presipitat yang halus.
b. Eksudat Fibrinosa
Mrpkan eksudat yang kaya protein, termasuk fibrinogen dan endapan masa fibrin yang khusus pada respons inflamasi tertentu. Misal : rematik yang mengenai cavum pericardii.
c. Eksudat Supurative atau Purulent
Eksudat kaya akan pus yang banyak dihasilkan kuman pyogenik misal : Staphylococcus, Pneumococcus dsb. Eksudat purulent sering dijumpai pada apendisitis akut, abses.
d. Eksudat Hemoragik
Eksudat ini akibat beratnya jejas akibat pecahnya pembuluh darah atau diapedesis eritrosit. Dasarnya adalah dapat berupa eksudat fibrinosa atau supuratif, oleh karena terjadi ekstravasasi sehingga disebut Eksudat hemoragik.

2. Radang Kronis
Berjalan lama, terdapat proses fibroblastik (proliferasi) sehingga proses eksudasi sangat berkurang. Sel radang yang sering tampak adalah sel radang yang mempunyai gerakan lambat misal : limfosit, monosit dll.

3. Radang Granulomatous
Merupakan radang kronis yang membuat jaringan granulasi yang khusus yang disebut granuloma. Granuloma merupakan kumpoulan sel radang (modifikasi makrofage) yang dikenal sebagai sel epiteloid, Biasanya dikelilingi oleh lingkaran limfosit. Secara histologis (dari luar kedalam) suatu granuloma terdiri dari 3 daerah :
1. Daerah Limfosit (paling luar)
2. Daerah sel epilteloid, dapat disertai maupun tanpa sel datia.
3. Dibagian tengah pada tuberkel lunak didapatkan nekrosis pengejuan .
Granuloma didapatkan pada TBC, Sarkoidosis, Kandidiasis, lues dan Aktinomikosis.

viroLOGI

Virologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang virus dan penyakit-penyakit yang disebabkannya. Virus adalah suatu jasad hidup terkecil (20-300 nm) terdiri dari suatu inti yang tersusun dari asam nukleat yaitu Ribo Nucleic Acid (RNA) atau Deoxy Ribo Nucleic acid (DNA) dan dikelilingi loeh suatu capsid yang terdiri dari protein. (1:1)
Virus merupakan parasit obligat intraseluluer yang akan berkembang biak di dalam tubuh inang dan jika di luar tubuh akan inaktif.(2:1)
Jika virus memasuki sel hidup maka akan terjadi :
a. Membentuk inclution bodies (badan inklusi) yang letaknya bisa dalam sitoplasma sel atau dalam inti sel atau dalam sitoplasma dan inti sel tergantung dari jenis virusnya.
b. Merangsang sel yang dimasuki untuk membentuk suatu zat yang disebut interferon. Interferon mempunyai daya mencegah pemasukan dan perkembangbiakan virus lain meskipun virus kedua adalah virus yang sejenis.
c. Sel akan mengalami kemunduran atau degenerasi dalam metabolisme oleh karena virus merubah metabolisme untuk membentuk virus baru yang akan menuju ke arah kematian sel
d. Sel akan mengalami perubahan bentuk atau transformasi yang menjurus ke arah pembentukan tumor (pembengkakan)
e. Sel yang tanpa mengalami transformasi ataupun degenerasi,akan membentuk komponen baru yang diperlukan untuk pembentukan virus baru.
f. Sel dapat mengalami perubahan yang disebut “cytopathogenic effect” (CPE) yaitu mula-mula sel berbentuk kumparan berinti,kemudian virus masuk ke dalam sel tersebut,maka sel berubah menjadi bulat berkelompok dan intinya menjadi besar,struktur inti menjadi kasar dan intinya kelihatan menjadi lebih gelap bila dilihat di bawah mikroskop. Hal ini merupkan tanda bahwa virus tersebut hidup di dalam sel tadi (1:6-7)
Berbeda dengan mikroorganisme lain,virus tak dapat tumbuh dan berkembangbiak pada media mati.pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan sel hidup. Hal ini karena komponen virus dibuat dengan bantuan peralatan sel hospes/penjamu yang diserangnya. Karena itu virus merupakan parasit obligat intra sel.Pembentukan komponen virus tersebut dimungkinkan karena virus yang merupakan parasit pada tingkat genetis,setelah menginfeksi sel,genomnya akan mempengaruhi kontrol mekanisme sintetik sel hospes.(3: 242 )

PEMBIAKAN VIRUS
Banyak virus yang telah dapat dibiakkan dalam biakan jaringan atau dalam telur berembrio dengan keadaan lingkungan yang dapat dikendalikan secara ketat.walaupun demikian pertumbuhan virus pada hewan percobaan masih tetap digunakan untuk isolasi primer virus tertentu dan untuk penelitian patogenitas virus dan onkogenesis virus.
Jadi ada tiga jenis biakan untuk virus yaitu :
1. Hewan Percobaan
Jenis hewan percobaan,umur,jenis kelamin serta cara penyuntikannya berbeda-beda tergantung dari jenis virus.
Contohnya : Untuk virus polio maka hewan percobaan yang digunakan adalah kera. Cara penyuntikan adalah sbb :
a. secara intra cerebral (ke dalam otak)
b. secara intra spinal (ke dalam sus-sum tulang belakang)
c. secara intra nasal (diteteskan ke dalam hidung)
d. secara intra musculair (disuntikan ke dalam otat paha)
Dalam waktu 2 minggu setelah penyuntikan,maka kera akan lumpuh. Ini dibuktikan bahwa tinja penderita mengandung virus polio.
2. Telur Berembrio.
Telur berembrio yang biasanya digunakan adalah telur ayam negeri,telur ayam kampung, atau telur bebek.
Umur dari telur,cara penyuntikan,suhu pengaraman dan lamanya pengeraman tergantung dari jenis virus yang akan disuntikkan.


3. Biakan Jaringan (tissue Culture)
3 tipe dasar biakan jaringan,yaitu:
a. biakan jaringan primer,dibuat dengan cara menyebarkan sel (dengan tripsin) dari jaringan tuan rumah.umumnya sel ini tidak sanggup tumbuh lebih dari beberapa kali pemindahbiakan,sebagai biakan skunder
b. strain sel diploid,adalah biakan skunder yang telah mengalami perubahan yang memungkinkan sel-sel tersebut dibiak terbatas (sampai 50 kali pemind biakan)tetapi tetap memiliki pola kromosom normal.
c. Garis sel berkesinambungan,adalah biakan sel yang sanggup untuk tumbuh lebih lama dan berasal dari strain sel atau jaringan ganas.biakan sel ini selalu memiliki jumlah kromosom yang sudah berubah dan tidak teratur (1 : 16-23)

A. CARA PENGAMBILAN DAN PENANGANAN SPECIMEN
Tujuan : mengetahui cara pengambilan dan penanganan sampel virologi
Prinsip :
• Pengambilan sampel dilakukan secara aseptis dan dimasukan dalam larutan antibiotik dan anti jamur.
• Penanganan sampel
Sampel dimasukkan dalam media transport dan dimasukkan dalam bok pendingin
Alat :
• Cotton bud steril
• Botol steril / tabung bertutup steril
Bahan :
• Media transport (PBS antibiotik)
• Larutan antibiotik
• Larutan antijamur
Bahan pemeriksaan :
• Organ tersangka
• Susu
• Sperma • Luka
• Swab anus
• Swab trakhea


Prosedur kerja :
1. sampel Organ
• organ yang dicurigai terinfeksi virus diambil secara aseptis dan dimasukan ke dalam kontainer
• organ digerus
• ditambah media PBS,larutan antibiotik dan antijamur untuk mencegah pertumbuhan kontaminan jamur dan bakteri.
• Disentrifuge 1000 rpm selama 10 menit
• Diambil supernatan dan ditambah antibiotik
• Diinkubasi 30 menit 37oC
• Diinokulasikan dalam telurr atau media sel.
2. Sampel Swab
• Swab steril dimasukan ke dalam pharing/anus dan digosokkan ke sekeliling organ (untuk pharing)
• Swab dikeluarkandan dimasukkan ke dalam tabung berisi media transport dan dimasukkan bok pendingin untuk dibawa ke laboratorium.
• Sampel swab divortex dan disentrifuge 1000 rpm 10 menit
• Diambil supernatannya dan diinokulasikan dalam telur berembrio atau media sel
B. ISOLASI VIRUS PADA TELUR BEREMBRIO
DASAR TEORI:
Isolasi virus secara invivo paling banyak dilakukan pada telur ayam berembrio karena lebih praktis dan relatif murah. Keberhasilan atau kegagalan menggunakan telur berembrio ini tergantung dari : rute inokulasiumur embrio,suhu inkubasi,lama inkubasi,volume dan pengenceran inokulum,status imun dari flok
Penyuntikan pada telur berembrio dapat dilakukan melalui 6 cara :
1. intra alantois
2. selaput korio alantois (CAM)
3. intra kuning telur (yolk sac)
4. intra amnionik
5. intra venous
Virus yang tumbuh pada telur berembrio biasanya ditandai dengan kematian embrio,embrio menjadi kerdil,perdarahan di bawah kulit,pertumbuhan abnormal otot dan bulu serta organ visceral seperti hati dan limfanya membengkak,warnanya pucat dan kehijauna,ada nekrotik,fokal di hati dan jantung dan endapan asam urat di ginjal,selaput corio alantois (CAM)menebal karena edemaa dan terdapat bintik putih (pock)atau plak.
Berbagai metode dapat dipakai untuk identifikasi dan klkasifikasi virus yaitu berdasarkan :
1. tipe asam inti (DNA atau RNA)
2. diameter virion
3. bentuk nukleokapsid (kubus atau helical)
4. sifat kimiawi virus,kepekaan terhadap pelarut lemak yaitu lipoprotein
5. sifat fisika (thermo stabilitas)yaitu kepekaan virus terhadap pemanasan pada suhu 56C,proses cair beku,ultra sonikasi
6. sifat biologis yaitu kemampuan mengaaglutinasi darah ,merah unggas dan mamalia,elusi dan patogenitas (2 : 3-6)
Tujuan : Mengisolasi virus yang dicurigai dalam telur berembrio Alat :
 Alat peneropong posisi embrio
 Pencil
 Spuit steril 1 ml  Bor telur
 Selotip/kutek/lilin
 Inkubator
Reagen : Desinfektan ( Alkohol 70% atau yodium)
Bahan : Telur berembrio
Prosedur kerja :
A. Penyuntikan telur berembrio
Metode Penyuntikan Intra alantois
Prosedur kerja :
1. intra Selaput alantois
• Digunakan embrio umur 8-11 hari.
• Dekat dengan rongga udara di desinfektan dan dilubangi dengan bor telur.
• Menggunakan tuberculin syring dengan jarum berukuran 25 gauge (16 mm),inokulum sebanyak 0,1 – 0,2 ml pertelur.disuntik dengan hati-hati langsung ke dalam selaput alantois. Jarum tidak boleh digerak-gerakkan ke samping untuk menghindari sobeknya selaput korio alantois dan matinya alantois.
• Lubang bekas suntikan ditutup dengan kutek atau lilin dan telur diinkubasi di dalam inkubator suhu 37C selama 3 – 7 hari
• Telur diperiksa setiap hari untuk melihat apakah ada embrio yang mati.jika ada embrio yang mati atau embrio yang masih hidup setelah periode inkubasi dikeluarkan dari inkubator dan didinginkan dalam kulkas selama 1 jam
• Telur didesinfeksi,kulit telur dipotong di atas batas rongga udara kemudian cairan alanto amnionik dipanen menggunakan pipet pasteur dan ditampung dalam botol atau beaker steril.
• Embrio dikeluarkan dan diletakkan di dalam petri disk
• Perubahan diamati seperti perdarahan di bawah kulit,udema,dan kerdil
2. intra Korio-alantois
• Digunakan embrio umur 10 - 11 hari.
• Kulit telur dekat rongga udara dan sebelah samping didesinfeksi
• Kulit telur dibor,pengeboranharus hati-hati jangan sampai menembus selaput korio alantois atau mengenai pembuluh darah
• Telur ditempatkan dengan poisisi horisontal,kemudian dibuat rongga udara tiruan disamping dengan cara menyedot udara melaui lubang rongga udara
• Setelah lubang udara berpindah ke samping,lubang udara semula pada rongga udara ditutup dengan kutek atau lilin
• Inokulum sebanyak 0,1-0,2 ml,dimasukkan vertikal masuk di atas selaput korio alantois.lubang ditutup dengan kutek atau lilin
• Telur diinkubasi 37C selama 5607 hari dan diperiksa setiap hari untuk melihat apakah ada embrio yang mati.jika ada embrio yang mati atau embrio yang masih hidup setelah periode inkubasi dikeluarkan dari inkubator dan didinginkan dalam kulkas selama 1 jam
• Telur didesinfeksi,kulit telur dipotong dekat rongga udara kemudian cairan alanto amnionik dipanen menggunakan pipet pasteur dan ditampung dalam botol atau beaker steril.
• Embrio dikeluarkan dan diletakkan di dalam petri disk
• Selaput korio alantois diambil dan diperiksa perubahan seperti udema,penebalan dan bintik atau bercak putih (pock atau plak)
• Selaput korio alantois ini ditampung dengan cairan alanto amnionik tadi
3. intra kuning telur
• Digunakan telur berembrio umur 6-8 hari
• Telur diletakkan posisi tegak,kulit telur di atas rongga udara didesinfektan kemudian dibor
• Menggunakan spuit 1 ml dan jarum 25 mm, telur diinokulum dengan suntikan tegak lurus masuk ke selaput kuning telur.disedot sedikit untuk memastikan jarum telah masuk kuning telur
• Lubang telur ditutup dengan kutek atau lilin dan diinkubasi 37C selama 3-10 hari atau sampai embrio menetas
• Telur diperiksa setiap hari.jika ada embrio yang mati atau masih hidup selama periode inkubasi maka segera dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kulkas
4. intra amnionik
• Digunakan embrio telur umur 10-11 hari.
• Posisi telut ditentukan dan diberi tanda dengan pencil
• Kulit telur di atas rongga udara didesinfeksi kemudian kulit telur dibor
• Menggunakan spuit 1 ml dengan jarum 22 gauge sebanyak 0,1-0,2 ml inokulum disuntikan langsung menembus selaput amnionik. Jika jarum tepat masuk selaput tersebut maka akan ada gerakan embrio menyentuh ujung jarum
• Lubang telur ditutup dengan kutek atau lilin dan diinkubasi 37C selama 2-4 hari
• Telur diperiksa setiap hari.jika ada embrio yang mati atau masih hidup selama periode inkubasi maka segera dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kulkas 1 jam
5. intra venous
• Digunakan telur berembrio umur 10-12 hari
• tentukan posisi pembuluh darah di bawah batas rongga udara
• kulit telur didesinfektan kemudian kulit telur dibor bentuk segitiga tepatdi lokasi pembuluh darah. Hati-hati jangan sampai menembus selaput korio alantois
• supaya pembuluh darah jelas terlihat,kulit telur diusap dengan aseton sedikit.
• Menggunakan spuit 1 ml dan jarum 16 mm (25 gauge) inokulum dimasukkan melalui pembuluh darah dengan arah ke rongga udara
• kulit telur ditutup kembali dengan potongan kulit telur semula kemudian ditutup dengan selotip dan diinkubasi 37C selama 7 hari
• Telur diperiksa setiap hari.jika ada embrio yang mati atau masih hidup selama periode inkubasi maka segera dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kulkas
B. Memanen specimen dari telur terinfeksi
 Kulit telur didesinfeksi
 Kulit telur dipotong tepat di atas batas rongga udara
 Cairan alantois,amnionik,selaput korio alantois,selaput kuning telur dan embrio di panen
 Perubahan pada selaput korio alantois diamati penebalan,bercak-bercak putih,perdarahan di bawah kulit embrio dan kekerdilan.


C. PEMBUATAN KULTURE JARINGAN
DASAR TEORI :
Kulture sel adalah memelihara suatu jenis sel tertentu dalam suatu wadah dengan media yang sesuai. Untuk mendapatkan kulture sel harus diisolasi dari jaringan donor atau organ. Agar sel yang kita peroleh berupa satu sel maka sel tersebut berasal dari satu sel yang dipelihara atau dengan memurnikan sel sebelum dipelihara.
Sel primer adalah biakan sel yang baru pertama kali diisolasi dari donor,untuk mendapatkannya bisa diperoleh dari
 Sel Mesenchymal
Sel adiphose,chondrocyt,endhotelial.fibroblast,myocyte,osteoblast,dental.
 Sel epithelial
Sel epithelial respiratory,mucosa oral,keratnocyt,hepatocyt,kidney
 Sell turunan sumsum tulang
Sel bone marrow stromal,peripheral blood mononuclear (2: 7)
PEMBUATAN KULTURE JARINGAN CHICKEN EMBRIO FIBROBLAST (CEF)
Tujuan : Mengetahui cara pembuatan kulture jaringan CEF
Alat :
• Pinset steril
• Gunting steril
• Petri disk
• Safety kabinet
• Sentrifuge
• Mikroskop • Beaker glass
• Kasa
• Spuit 5 ml,10 ml
• Tabung Sentrifuge
• Flash
Bahan :
• Telur ayam berembrio 9-11 hari
• Media MEM 5-10 %
• Serum Sapi • PBS AB
• Alkohol 70 %
• Trypsin 0,25 %
Prosedur kerja :
1. Cara Tanpa Pemanasan :
a. Tangan, sarung tangan, gunting, pinset, telur disterilkan dengan alkohol 70 %.
b. Telur dibuka tepat di atas rongga udara dengan menggunakan gunting, kemudian diambil di bagian leher dengan menggunakan pinset, ambil embrio (dikerjakan di ruang steril/safety kabinet)
c. Masukkan embrio ayam ke dalam cawan petri, kemudian dipisahkan dengan memotong bagian kepala, sayap, kaki, dan viscera /isi perut embrio (bagian yang dipotong ini dibuang).
d. Bagian tubuh embrio dicuci dengan larutan PBS AB beberapa kali (2-3 kali) untuk menghilangkan sel darah merah, dipindahkan ke cawan petri yang lain.
e. Bagian tubuh digunting kecil-kecil, kemudian dituangi dengan larutan tripsin 0,25 %. Digoyang dan dimasukkan larutan ini ke dalam tabung sentrifuge dengan memipetnya dengan pipet steril.
f. Diputar dalam sentrifuge selama 10 menit dengan kecepatan 2500 rpm.
g. dibuang bagian yang jernih, bagian yang keruh di tambahkan lagi dengan larutan tripsin, lalu di sentrifuge kembali selama 10 menit dengan kecepatan 2500 rpm, ulangi pengerjaan ini sampai ± 3 kali.
h. Hasil sentrifuge yang terakhir diambil bagian yang jernihnya, kemudian dipindahkan kedalam flask.
i. Ditambah larutan MEM 1-2 ml, kocok, disaring dengan kasa steril, filtrat ditambah dengan larutan MEM 5ml, kocok, ditambah serum sapi 2ml, goyang.
j. Diamati dibawah mikroskop, tampak sel-sel yang terpisah merata dan transparan.
k. Disimpan di dalam inkubator 37ºC 5% C¬¬¬O2, dilihat pertumbuhan selnya tiap hari dengan mikroskop.
2. Dengan pemanasan :
- Pengerjaan seperti cara di atas (a, b, c, d, e) cairan tadi dimasukkan ke dalam flask dengan pipet steril kemudian di putar dengan magnetik stirer diatas hot plate. (jangan terlalu panas).

PEMBUATAN KULTUR JARINGAN (TISSUE CULTURE) DARI SEL HATI DAN GINJAL ANAK AYAM
Tujuan : Mengetahui cara kulture jaringan sel hati dan ginjal anak ayam
Alat :
• Petridisk
• Sentriufuge
• Tabung sentrifuge
• Beaker glass
• Pipet tetes • Mikroskop
• Pinset steril
• Spuit
• Botol/flask
Bahan :
• Anak ayam umur 2-3 hari
• PBS AB
• MEM • Serum sapi
• Alkohol 70%
• Larutan Tripsin
Prosedur kerja
- Anak ayam yang sudah disembelih disemprot/disterilkan dengan alkohol 70%. Kemudian di bedah, bagian ginjal diambil dan dipindahkan ke petridisk.
- Dicuci dengan larutan PBS AB sebanyak 2-3 kali.
- Ginjal digunting kecil-kecil dalam media PBS AB tadi, kemudian ditambah larutan tripsin.
- Dipindahkan ke dalam tabung sentrifuge, dan di putar dalam sentrifuge selama 10 menit dengan kecepatan 2500 rpm.
- Cairan atas dibuang dan endapan diambil. Ditambah larutan tripsin, lalu diputar lagi (ulangi pengerjaan ini sebanyak 2-3 kali).
- Cairan atas dibuang dan endapan dicuci dengan PBS AB.
- Dipindahkan ke dalam flask, ditambahkan larutan MEM sebanyak 1-2 ml, kocok, disaring dengan kasa steril, lalu ditambah larutan MEM lagi sebanyak 5 ml dan serum sapi 2ml, goyang.
- Diamati di bawah mikroskop, akan tampak sel-sel transparan dan terpisah merata.
- Disimpan dalam inkubator 37OC dan setiap hari dilihat perkembangan selnya di bawah mikroskop.
Cara Inokulasi sel :
a. Setelah terbentuk satu lapis sel(monolayer) maka sel dicuci dengan PBS
b.Sampel dimasukkan dalam media dan biarkan 30 menit untuk terjadinya absorbsi.
c.Sel ditambah dengan media dan diinkubasikan 2 atau 3 hari dengan diamati sitopatologi efek (CPE)
d.Pada sampel yang positif akan ditemukan
e.Matinya sel,giant,sel,atau negri bodies

PENGECATAN RABIES METODE SELLER’S
Reagen :
A. Larutan stok
1. methylene blue 10 gr
methanol add 100 ml
2. basic fuchsin
methanol add 500ml
B. Persiapan larutan kerja
1. larutan stock methylene blue 2 bagian dan larutan stock basic fuchsin 1 bagian
2. dicampur hati-hati
3. dibiarkan 24 jam sebelum digunakan
Peneguhan hasil larutan :
1. jika larutan dibuat dengan benar akan menghasilkan warna yang baik,namun demikian perlu dilakukan pengujian untuk meneguhkan hasil pengecatan jika diferensiasi preparat tidak terlihat jelas
2. jika stroma terlalu merah daripada merah rose pada ulas yang tipis menunjukkan basic fuchsin terlalu dominan ,perlu ditambahkan larutan metylen blue sampai deferensiasi terlihat jelas.
3. jika metylen blue terlau dominan negri bodies terlihat biru maron maka ditambah basic fuchsin sampai warna yang dihasilkan kontras.larutan disimpan dalam kulkas.
Cara kerja :
 Pembuatan preparat sentuh tekan
1.bagian otak diambil sebesar kedelai dan diletakkan di atas kertas tissue.kaca preparat disentuh dan ditekan
 Pengecatan
1. preparat dicelupkan ke dalam larutan seleler selama 10 detik
2. dicuci dan dikeringkan
3. ditetesi dengan minyak imersi dan dilihat di bawah mikroskop

 Hasil :
Positif akan ditemukan negri bodies intra sitoplasma yang berwarna merah muda

DAFTAR PUSTAKA
1. Pusdiknakkes,Virologi,Depkes RI
2. BPPV Regional V Banjarbaru,Materi Praktikum virologi.2005
3. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran edisi Revisi,Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,Binarupa Aksara,1994

Tinea Pedis

Anda memiliki keluhan gatal-gatal di sela2 jari kaki atau di telapak... Mungkin itu merupakan suatu tanda dari tinea pedis alias jamuran. Penyakit ini merupakan suatu bentuk infeksi jamur jenis Epidermophyton, Trichophyton, Microsporum, dan C. albicans di kaki. Dan ingat, infeksi jamur sangat bisa menular.

Jamur senang tumbuh pada tempat-tempat yang lembab. Kaki kita merupakan salah satu tempat yang lembab, apalagi kalau kita sering memakai sepatu tertutup yang panas dalam jangka waktu lama. Mudah sebenarnya mendiagnosis jamur di kaki. Anda atau dokter anda akan dapat melihat bentuk kelainan kulit mulai dari kemerahan (eritema), erosi kulit dan skuama (kulit mengelupas), atau hiperkeratotik (terjadi penebalan), sampai kadang bisa membentuk saluran (fissura) bahkan pada kasus yang lebih jarang vesikel atau pustula (bentol2 berisi cairan).

Pengobatan kondisi ini pun tidak sulit. Banyak tersedia berbagai salep anti jamur dan dijual secara bebas. Dokter pun pada umumnya akan meresepkan salep anti jamur untuk dioleskan di tempat jamur tersebut. Ingat, pengolesan salep sebaiknya setelah mandi, dan dalam kondisi kaki yang kering, sehingga salep dapat menempel dengan baik di kulit..

Pencegahan penyakit ini sangat mudah, beberapa tips untuk anda:
1. Gunakan sepatu dan sandal yang nyaman, dan usahakan menggunakan kaos kaki yang menyerap keringat. Sehingga kaki anda tidak berkeringat.
2. Sehabis mandi, keringkan daerah kaki secara seksama (seringkali karena buru2 daerah kaki tidak di keringkan ^^).
3. Hati-hati dalam pinjam-meminjam kaos kaki dan sepatu. Ingat bahwa penyakit ini mudah menular dengan cepat.
4. Usahakan mencuci kaos kaki setiap hari, atau bila hendak digunakan kembali, jemur di bawah sinar matahari agar kaos kaki berada dalam kondisi kering dan tidak lembab.

Semoga bermanfaat...^^

Gambar diambil dari http://www.mupeg.com/images/Dermatology/info/tineapedis.jpg

Dua Cinta,Tiga sahabat...

Malam ini Ria memintaku mengantarkannya bertemu dengan Bintang. Aku yang mengenalkannya dengan Bintank. Ria adalah teman dekatku. Kami berteman sejak kuliah. Ria adalah seorang yang sangat setia kawan. Kalau aku membutuhkan pertolongan dia pasti menolongku. Demikian juga kalau dia membutuhkan pertolonganku aku pasti bersedia membantunya. Kami adalah teman yang akrab. Aku tahu dan kenal kehidupannya. Mantan kekasihnya yang obsesif. Kisah cintanya yang putus sambung dengan sang kekasih. Sampai akhirnya Ria tidak tahan dengan tabiat kekasihnya itu sehingga hubungan mereka pun berakhir. Meskipun selama beberapa waktu Ria harus bermain petak umpet untuk menghindari mantan kekasihnya itu. Sampai akhirnya kekasihnya itu ditahan oleh polisi saat mengejar-ngejar Ria di suatu plaza di tengah kota Jakarta.

…….Tidak ada yang aku tidak ketahui tentang Ria. Tapi ada yang tidak diketahui Ria tentang diriku. Aku tidak dapat menceritakannya kepada Ria. Aku takut dia menganggapku rendah. Meskipun aku tahu dia bukan orang seperti itu. Tetapi aku masih belum berani bercerita tentang keadaanku.


…….Aku mengenal Bintank dari chat. Aku mengajarinya beberapa hal tentang chat di internet. Sedikit peraturan tidak tertulis yang harus ia perhatikan untuk keselamatan dirinya sendiri. Apapun yang kami bicarakan selalu cocok. Aku jadi mengenalnya lebih akrab. Aku tahu dia seorang yang baik. Dia menganggapku seperti saudaranya. Kami sering bertemu setelah pertama kali bertemu muka. Kalau ada masalah dengan pekerjaan aku bisa meminta pendapatnya. Jadi aku menjadi dekat dengan Bintank seperti aku dengan Ria.

…….Kemudian aku bercerita tentang Bintank kepada Ria. Aku sangat senang memiliki seorang sahabat seperti Bintank. Sama halnya dengan aku memiliki sahabat seperti Ria. Aku selalu bercerita Bintank begini atau Bintank begitu. Sehingga membuat Ria tertarik dengan Bintank. Akhirnya aku berinisiatif untuk mengenalkan Bintank dengan Ria. …………………………………………………………
…….Tank lo mau gak g kenalin.
…….ke teman g namanya Ria?.
…….Dia teman g sejak kuliah.
…….Sender: Tommy
…….+6271819XXXX
…….Sent: 23-May-2004 09:45:32
…………………………………………..
…….Boleh tom mau chat dulu.
…….atau lo kasi no hp g?
tapi.
…….kayaknya g lebih
suka.
…….kalo chat dulu deh
kalo.
…….langsung no hp suka.
…….bingung mau ngomong.
…….apa kalo chat dulu kan.
…….bisa ngobrol lebih lama.
…….dan g bisa lebih terbuka
…….gak perlu jaim.
…….Sender: Bintank
…….+6271808XXXX
…….Sent: 23-May-2004 09:49:32
……………………………………………………………………..
…….Ok d tank ntar g kasi
…….alamat lo ke dia biar
…….di
add trus bisa langsung
…….chat sama dia trus
alamat
…….dia g kasi lo
jangan lupa
…….ya di add
thx
…….Sender: Tommy
…….+6271819XXXX
…….Sent: 23-May-2004 09:53:32
……………………………………………………………

…….Akhirnya Ria dan Bintank kuperkenalkan lewat chat conference di salah satu messenger. Mereka pun akhirnya menjadi dekat. Seandainya aku bisa senang melihat perkembangan mereka. Tetapi………..


…….Aku membawa Ria dengan motorku. Akhirnya kami sampai di salah satu kafe di Jakarta Pusat. Aku tahu pertemuan ini akan menjadi satu peristiwa besar dalam kehidupan Ria dan Bintank. Hari ini Bintank ingin melamar Ria menjadi kekasihnya setelah sekian lama chat diantara mereka berdua.

…….“ Hai Tank, sudah lama sampainya? Sorry ya telat, tadi Ria lama dandannya hehehe,” kataku menyapa Bintank yang duduk di salah satu sudut kafe di bawah pohon yang rindang.

…….“ Iya Tank sorry ya lama, “ sambung Ria.

…….“ Gak papa kok. Aku juga agak telat tadi. Ban motorku bocor tadi jadi mesti cari tukang tambal ban di sekitar sini, “ jawab Bintank.

…….“ Wah kok apes banget.”

…….“ Iya nih.”

…….“ Ya sudah yang penting kan sudah beres bannya. Kalo gitu kita langsung pesan makanan aja. Gua sudah lapar nih.”

…….Akhirnya kami bertiga memesan makanan. Sambil menunggu makanan pesanan datang kami mengobrol seru tentang banyak hal. Akhirnya pesanan datang dan kami pun makan malam ditemani lagu romantis dari live band kafe itu. Setelah makan malam selesai Bintank menyampaikan kalimat utamanya.

…….“ Ria, kalau aku pikir-pikir setelah sekian lama kita chat berdua sepertinya aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacarku?”

…….Ria dengan muka bersemu merah tersipu-sipu menjawab pelan, “ Aku mau Tank jadi pacarmu.”

…….“ Horeee! Selamat ya Ria dan Bintank atas jadiannya kalian, ” sambungku.

…….“ Makasih ya, Tom. Sudah mengenalkan gua dengan Bintank.”

…….“ Iya nih, Tom. Tanpa lo kita berdua gak bakal bisa ketemu dan jadian.”

…….“ Iya sama-sama gua senang kok lihat kalian berdua jadian. Kalian berdua adalah teman-teman terbaik yang gua punya.” Pembohong, hati kecilku berbicara.

…….“ Kalo gitu gua pamit pulang dulu ya? Gua mesti jemput adik gua pulang latihan nyanyi. Kalian habiskan waktu berdua aja. Masa gua mengganggu kalian berdua pacaran sih. Hehehe. “ sambungku.

…….“ Yee gimana sih kamu Tom. Gak papa kok lo nemenin kita berdua, “ sahut Bintank.

…….“ Iya nih, Tom. Gak usah malu malu kuda deh. Orang sama kita berdua ini,” sambung Ria.

…….“ Gak bisa Ria. Gua mesti jemput adik gua. Kasihan dia pulang sendiri malam-malam begini. Gua jalan dulu ya?! Tank, nanti tolong antarkan Ria pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apa ya? Entar kalau kenapa-kenapa gua lagi yang kena sama bokapnya Ria. Hehehe.”

…….“ Iya, entar Ria pasti gua antarkan pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apa. Bisa aja lo, Tom. “

…….“ Ya sudah gua balik dulu ya, Ya, Tank! Bye.”


…….Kemudian aku berbalik menuju tempat parkir motorku. Tanpa sadar mataku terasa panas. Kukenakan jaket dan helm. Kunyalakan motor dan membayar tiket parkir sambil berusaha menahan air mata yang hendak jatuh. Di jalan di atas motor, air mata tak dapat kutahan lagi, jatuh membasahi pipiku. Untung helmku menutupi sebagian besar mukaku. Seandainya Ria tahu keadaanku. Seandainya Bintank tahu perasaanku. Seandainya mereka berdua tahu apa yang kutangisi. Bintank, aku cinta kamu. Ria, maafkan aku. Seandainya aku bisa memiliki Bintank untuk diriku tanpa menyakiti Ria.
…….Seandainya………….
…….Seandainya………………
Air mata memenuhi mataku, membasahi pipi tanpa bisa kuhapus. Membuatku tidak dapat melihat jalan dengan jelas. Tidak memperhatikan lampu merah sudah menyala dan mobil yang melaju dari sisi kiriku

Wali Doaku Untukmu Sayng

kau mau apa, pasti kan ku beri
kau minta apa, akan aku turuti
walau harus aku terlelah dan letih
ini demi kamu sayang

aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada ilahi
tuk satukan kami disurga nanti

taukah kamu apa yang ku pinta
disetip doa sepanjang hariku
tuhan tolong aku tolong jaga dia
tuhan aku sayang dia

aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada ilahi
tuk satukan kami disurga nanti

(tuhan tolong aku juga jaga dia, tuhan akupun sayang dia)

aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada ilahi
tuk satukan kami disurga nanti

Seventeen menemukanmu

separuh langkahku saat ini
bejalan tanpa terhenti
hidupku bagaikan keringnya dunia
tandus tak ada cinta
hatiku mencari cinta ini
sampai ku temukan yang sejati
walau sampai letih ku kan mencarinya
seorang yang ku cinta
http://mp3indodownload.blogspot.com

reff:
kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku
kini ku tlah bersamamu berjanji tuk sehidup semati
sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya

(kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku)

repeat reff
sampai akhir sang waktu kita bersama tuk selamanya

iPad 2 Lebih Langsing

iPad 2 Lebih Langsing

apple.com
Berita Terkait
Bangkapos.com -- Banyak yang menunggu kehadiran penerus generasi iPad pertama yang diluncurkan 2010 lalu. Itulah mengapa, ketika Apple akhirnya mengumumkan iPad2 pada 2 Maret kemarin, banyak penggemar iPad yang mulai mencari cara untuk segera mendapatkannya.
Tapi sebelum kamu berniat beli, ingat-ingat dulu pepatah yang berkata “tak kenal maka tak sayang,” ada baiknya mengenal dulu seperti apa sih iPad2 ini. Hasil semedi PCplus semalaman ini mendapatkan hasil sebagai berikut:
Layar
Dari segi ukuran, Apple tidak mengubah besaran layarnya di iPad2, alias masih berukuran 9,7 inci (25cm). Teknologi Retina Display yang dibenamkan Apple di iPhone 4 yang membuat banyak orang terkagum-kagum ternyata belum diterapkan di iPad2
Berbadan Langsing dan Ringan
Dibanding iPad1, iPad2 punya badan yang lebih langsing. Ia 33 persen lebih tipis dibanding pendahulunya, bahkan kalau dibandingkan dengan iPhone 4 iPad 2 masih lebih tipis. Ini juga yang membuat bobot keseluruhan perangkat jadi lebih ringan 19 persen dibanding iPad1 yang punya berat 680gram sampai 730 gram.
Kini Berkamera
Tablet memang tak lengkap jika belum punya kamera. Itulah sebabnya iPad2 kini membenamkan 2 kamera sekaligus, 1 kamera menghadap depan untuk menyokong fitur FaceTime yang dimilikinya, dan 1 kamera lagi menghadap belakang dan bisa merekam video sampai resolusi 720p.
Daya Tahan Baterai (masih) 10 Jam
iPad2 mengklaim memiliki daya tahan baterai selama 10 jam jika dipakai nonstop. Ini berarti sama dengan versi terdahulu yang juga punya data tahan baterai selama itu. Cuma saja, iPad2 yang lebih tipis dari sisi desain namun punya daya tahan baterai selama itu pastilah menjadi kelebihan tersendiri.
Prosesor Dual Core
Meskipun masih berkecepatan 1GHz, tapi iPad2 membenamkan prosesor generasi terbaru dengan inti ganda. Prosesor Apple A5 dengan basis desain arsitektur ARM Cortex A9 ini menggantikan Apple A4 di produk terdahulu demi meningkatkan kinerja dan kemampuan multi tasking aplikasi yang berjalan di iPad2.
Kinerja Grafik Lebih baik
Janji Steve Jobs untuk memperbaiki kinerja grafik di iPad dibuktikannya di peroduk ini. Meskipun masih mengusung teknologi PowerVR SGX, beberapa orang yang mencoba memainkan game “berat” di iPad2 merasakan perbaikan yang signifikan dibanding saat menjalankannya di iPad1.
iOS 4.3
Sistem operasi mobile terbaru ini menjadi OS default di iPad. Banyak kelebihan yang dimilikinya, termasuk browser Safari yang kini lebih gesit, iTunes Home Sharing dan penyempurnaan pada AirPlay.
Fasilitas Baru Lain
Selain jeroan produk dan fitur pelengkap yang mengalami perubahan, Apple tidak ketinggalan melengkapi iPad2 dengan beberapa fasilitas tambahan, diantaranya konektor HDMI untuk menghubungkan iPad2 ke display eksternal, serta koneksi High Speed Uplink Packet Access (HSUPA) untuk menambah cepat koneksi di jalur nirkabel.
Belum ada kabar resmi kapan iPad akan masuk ke pasar Indonesia. Yang jelas, Apple Amerika resmi memasarkan iPad2 mulai 11 Maret 2011 mendatang dengan harga mulai dari 499 dolar per unitnya.

Editor : andri
Sumber : PC Plus

Tabulet Troy Berbekal Prosesor Sekelas iPad 2

www.infokomputer.com
BANGKAPOS.COM -Pad 2 memang masih belum resmi masuk ke pasar Indonesia. Namun, jika penasaran dengan kinerja prosesor sekelasnya, silakan cicipi Tabulet Troy dengan harga cuma setengahnya.

Ya, Tabulet Troy – seri tablet kedua besutan Tabulet – diotaki ARM Cortex A9 single core dengan clock 800MHz – 1,2GHz (tergantung beban kerja).

Prosesor serupa dimiliki iPad 2 yang diperkenalkan Apple sejak April lalu.
Tidak hanya itu, Tabulet Troy juga diperkuat chip grafis 3D ARM Mali-400 serta platform OpenGL ES2.0. Kombinasi keduanya diklaim mampu menghasilkan performa grafis memukau. Games kelas atas dan video Full-HD bisa berjalan mulus di tablet berukuran 7 inci ini. Perlu dicatat, layar Troy tidak mendukung multitouch.

Dalam uji GLBenchmark 2.0, kinerja Troy bahkan mampu mengungguli Toshiba Folio, Samsung Galaxy Tab, dan Axioo Picopad dan kalah tipis dari iPad 2.
“Kami berani mengklaim, saat ini Tabulet Troy adalah tablet 7 inci nomor satu di Indonesia dari segi kecepatan chip dan prosesor,” tegas Raymond Widjaja (Product Manager Tabulet) dalam acara peluncuran di fX – Jakarta, siang ini (7/6).

Di samping mengusung chip papan atas, Tabulet Troy mengemas memori DDR2 512MB, internal storage 4GB (+ dukungan microSD 32GB), dan baterai Li-Ion 3750 mAh yang awet dipakai sampai 10 jam. Untuk konektivitas, tersedia porta USB on the go, Bluetooth, dan WiFi – tapi tanpa jaringan 3G.

Tabulet Troy dikemas dalam casing aluminium dan rubber coating. Bentuknya ringkas dengan dimensi 19,5 x 12 x 1,1 cm dan bobot 345 gram. Masih ada pula aksesoris berupa leather case, remote control, dan earphone yang tercakup dalam paketnya.

Seperti pendahulunya, Tabulet Mech, yang dijual dengan harga terjangkau, Tabulet Troy pun dilepas ke pasaran dengan bandrol Rp2,3 juta saja. Tersedia program cicilan 12 bulan dengan bunga 0%.

Selain itu, dalam pameran FKI & ICC 2011 di JCC Senayan, 8 – 12 Juni, ditawarkan paket bundling Tabulet Troy dengan modem SpeedUp dan langganan Telkomsel Flash 6 bulan (300MB/bulan) seharga Rp3 juta.

Editor : dedypurwadi
Sumber : Info Komputer

Tabulet Troy Berprosesor Cortex A9

Tabulet Troy. Foto: trackingnews.info
TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah sukses memasarkan Tabulet Mech pada akhir tahun lalu, PT Erasa kembali menjejali pasar tablet Indonesia dengan meluncurkan Tabulet Troy yang memiliki layar 7 inci.
Berbeda dengan pendahulunya, Tabulet Troy telah dilengkapi dengan prosesor ARM Cortex A9. Prosesor jenis ini juga dipakai oleh iPad2 besutan Apple.
Meski dilengkapi dengan Open GL ES 2.0 dan kartu grafis 3D Arm Mali-400, yang memberi pengalaman grafis dan kinerja tablet papan atas, harga yang ditawarkan cukup terjangkau.
Menurut Raymond Widjaja, Product Manager Tabulet, saat peluncuran Troy di FX Building, Jakarta, pada Selasa, 7 Juni 2011, Tabulet Troy dihargai Rp 2.299.000 per unit.
“Dengan mengusung kualitas yang canggih namun dengan harga terjangkau, kami yakin Tabulet Troy cocok untuk pengguna PC di Indonesia,” kata Raymond.
Meski berkinerja tinggi, namun berkat Cortex A9 tablet ini hemat energi. Daya tahan baterai Troy tergolong lama yakni hingga 10 jam.
Troy juga dilengkapi dengan dua buah speaker di bagian belakangnya. Suara yang dihasilkan cukup jernih. Sedangkan layarnya sanggup memutar video high definition 1080p tanpa hambatan.
Sedangkan sistem operasi yang dipakai adalah Android 2.2 Froyo. Untuk penyimpanan, kapasitas memori Troy adalah 4 GB dan memori sistem 512 MB (DDR2).
Yang menarik, Troy sudah dilengkapi dengan remote control. Kegunaannya untuk mengontrol aplikasi pemutar film dari jarak jauh.
Dengan ketebalan hanya 11 milimeter dan berat 345 gram, pemilik Tabulet Troy juga bisa memutakhirkan peranti lunaknya secara online dengan mengunjungi situs resmi tabulat.




Spesifikasi
OS : Android 2.2 Froyo
CPU : Amlogic Cortex A9
LCD : 7 inci 800x480
Memori : 4 GB Nand Flash (Eksternal MicroSD hingga 32 GB)
Memori RAM : SDRAM 512 MB DDR2
Video : 1080P Full format video
Baterai : Li-Battery 3750 mAh
Daya tahan : 10 jam (normal), 6 jam (online)
Konektivitas : Wi-Fi 802.11 b/g
3G : Mendukung 3g eksternal
Berat : 345 gram
Dimensi : 195x120x11 mm

prosesor ARM CORTEX A9

Prosesor Cortex-A9
(View Larger Cortex-A9 Processor Image)(Lihat Cortex-A9 Larger Image Processor)
The ARM Cortex™-A9 processor provides unprecedented levels of performance and power efficiency making it an ideal solution for designs requiring high performance in low power or thermally constrained cost-sensitive devices. ARM Cortex-A9 ™ prosesor memberikan tingkat belum pernah terjadi sebelumnya efisiensi kinerja dan daya menjadikannya solusi yang ideal untuk desain yang membutuhkan kinerja tinggi dalam daya rendah atau perangkat biaya-sensitif termal dibatasi.
Available as either a single core or configurable multicore processor, with both synthesizable or hard-macro implementations available. Tersedia baik sebagai single core atau prosesor multicore dikonfigurasi, dengan kedua implementasi disintesis atau hard-makro yang tersedia. This processor can scale across a wide variety of applications while enabling a consistent software investment across multiple markets. Prosesor ini dapat skala di berbagai macam aplikasi saat memungkinkan investasi perangkat lunak yang konsisten di beberapa pasar.

Prosesor Cortex-A9 ARM memberikan kemampuan luar biasa untuk daya kurang dari yang dikonsumsi oleh kinerja tinggi menghitung platform, termasuk
• Unrivalled performance with 2GHz typical operation with the TSMC 40G hard macro implementation Unrivalled kinerja dengan operasi khas 2GHz dengan pelaksanaan 40G TSMC makro keras
• Low power targeted single core implementations into cost sensitive devices daya rendah ditargetkan implementasi single core ke dalam perangkat sensitif biaya
• Scalable up to four coherent cores with advanced MPCore technology Scalable sampai empat core koheren dengan teknologi canggih MPCore
• Optional NEON ™ media and/or floating point processing engine Opsional NEON ™ media dan / atau floating point mesin pengolahan
Applications Aplikasi
The Cortex-A9 processors provide a scalable solution across a wide range of market applications from mobile handsets through to high-performance consumer and enterprise products by sharing the common requirements of: Prosesor Cortex-A9 memberikan solusi yang scalable di berbagai aplikasi pasar dari handset mobile melalui produk-produk berkinerja tinggi konsumen dan perusahaan dengan berbagi persyaratan umum:
• Increased power efficiency with higher performance for lower power consumption; Meningkatkan efisiensi daya dengan kinerja tinggi untuk konsumsi daya yang rendah;
• Increased peak performance for most demanding applications; Peningkatan kinerja puncak bagi aplikasi yang paling menuntut;
• Ability to share software and tool investments across multiple devices; Kemampuan untuk berbagi perangkat lunak dan investasi alat di beberapa perangkat;
Introducing the Cortex-A9 Memperkenalkan-Cortex A9
The Cortex-A9 processors are the highest performance ARM processors implementing the full richness of the widely supported ARMv7 architecture. Prosesor Cortex-A9 merupakan prosesor ARM tertinggi kinerja pelaksanaan kekayaan penuh dari arsitektur ARMv7 didukung secara luas. Designed around the most advanced, high efficiency, dynamic length, multi-issue superscalar, out-of-order, speculating 8-stage pipeline, the Cortex-A9 processors deliver unprecedented levels of performance and power efficiency with the functionality required for leading edge products across the broad range of consumer, networking, enterprise and mobile applications. Dirancang sekitar efisiensi, paling maju tinggi, panjang dinamis, superscalar multi-masalah, out-of-order, berspekulasi pipa 8-tahap, prosesor Cortex-A9 belum pernah terjadi sebelumnya memberikan tingkat kinerja dan efisiensi daya dengan fungsionalitas yang diperlukan untuk memimpin produk tepi di berbagai konsumen, jaringan, enterprise dan aplikasi mobile.
The Cortex-A9 microarchitecture is delivered within either a scalable multicore processor, the Cortex-A9 MPCore™ multicore processor, or as a more traditional processor, the Cortex-A9 single core processor. Mikroarsitektur Cortex-A9 disampaikan dalam salah prosesor multicore MPCore prosesor multicore scalable, yang Cortex-A9 ™, atau sebagai prosesor yang lebih tradisional, Cortex-A9 prosesor single core. Supporting the configuration of 16, 32 or 64KB four way associative L1 caches, with up to 8MB of L2 cache through the optional L2 cache controller, the scalable multicore processor and the single processor provide the broadest flexibility and are each suited to specific applications and markets. Mendukung konfigurasi 16, 32 atau empat cara asosiatif 64KB L1 cache, sampai dengan 8MB L2 cache melalui pengendali cache L2 opsional, prosesor multicore scalable dan prosesor tunggal menyediakan fleksibilitas luas dan masing-masing sesuai untuk aplikasi tertentu dan pasar .

The Cortex-A9 MPCore Multicore Processor The Cortex-A9 MPCore Multicore Processor

The Cortex-A9 MPCore multicore processor integrates the proven and highly successful ARM MPCore technology along with further enhancements to simplify and broaden the adoption of multicore solutions. The MPCore Cortex-A9 prosesor multicore mengintegrasikan teknologi ARM terbukti dan sangat sukses MPCore bersama dengan peningkatan lebih lanjut untuk menyederhanakan dan memperluas adopsi solusi multicore. The Cortex-A9 MPCore processor provides the ability to extend peak performance to unprecedented levels while also supporting design flexibility and new features to further reduce and control the power consumption at the processor and system level. Prosesor Cortex-A9 MPCore menyediakan kemampuan untuk memperluas kinerja puncak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara juga mendukung fleksibilitas desain dan fitur baru untuk lebih mengurangi dan mengontrol konsumsi daya di tingkat prosesor dan sistem. Targeted implementations of the Cortex-A9 MPCore processor can also offer mobile devices increased peak performance over today's solutions by utilizing the design flexibility and advanced power management techniques offered by the ARM MPCore technology to maintain operation within thermally constrained and the tight mobile power budgets. Target implementasi dari prosesor Cortex-A9 MPCore juga dapat menawarkan perangkat mobile peningkatan kinerja puncak atas solusi saat ini dengan memanfaatkan fleksibilitas desain dan teknik manajemen canggih daya yang ditawarkan oleh teknologi MPCore ARM untuk melanjutkan kegiatan dalam termal dibatasi dan kekuatan anggaran ketat mobile. Using the scalable peak performance, this processor is able to exceed the performance of today's comparable high performance embedded devices and brings a consistent software investment over an extended breadth of markets. Menggunakan kinerja puncak terukur, prosesor ini mampu melampaui performa kinerja yang sebanding tinggi hari ini perangkat embedded dan membawa investasi perangkat lunak konsisten melalui luasnya diperpanjang pasar.
Cortex-A9 Single Core Processor Cortex-A9 Single Core Processor

The Cortex-A9 processor provides unprecedented levels of performance and power efficiency making it an ideal solution for any design requiring high performance in a low-power, cost sensitive, single processor based device. Prosesor Cortex-A9 menyediakan tingkat belum pernah terjadi sebelumnya efisiensi kinerja dan daya menjadikannya solusi yang ideal untuk setiap desain yang membutuhkan kinerja tinggi dalam daya-rendah, biaya sensitif, perangkat berbasis prosesor tunggal. Using a convenient synthesizable flow and IP deliverables, the Cortex-A9 processor provides an ideal upgrade path for existing ARM11 ™ processor-based designs that require higher performance and increased levels of power efficiency within a similar silicon cost and power budget while maintaining a compatible software environment. Menggunakan aliran disintesis nyaman dan pengiriman IP, prosesor Cortex-A9 menyediakan jalur upgrade yang ideal untuk ada ARM11 desain berbasis prosesor ™ yang membutuhkan kinerja yang lebih tinggi dan meningkatkan tingkat efisiensi daya dalam harga silikon yang sama dan anggaran kekuasaan sekaligus mempertahankan sebuah software yang kompatibel lingkungan. The Cortex-A9 single core processor provides dual low-latency Harvard 64-bit AMBA® 3 AXI™ master interfaces for independent instruction and data transactions and are capable of sustaining four double word writes every five processor cycles when copying data across a cached region of memory. The Cortex-A9 prosesor single core menyediakan dual-latency rendah Harvard 64-bit AMBA ® 3 AXI ™ interface master untuk instruksi independen dan transaksi data dan mampu mempertahankan empat kata ganda menulis setiap lima siklus prosesor saat menyalin data di daerah cache dari memori.
Cortex-A9 Hard-macro Implementations for TSMC 40G Hard Cortex A9-makro Implementasi-untuk TSMC 40G

In addition to the single and multicore soft-macros, a popular dual-core configuration is also available as a hard-macro implementation for the TSMC 40G/GL process to minimize the time, risks and costs associated with bringing a high performance Cortex-A9 processor implementation to market. Selain lembut tunggal dan multicore-macro, konfigurasi dual-core yang populer juga tersedia sebagai implementasi keras-makro untuk proses 40G/GL TSMC untuk meminimalkan waktu, risiko dan biaya yang berkaitan dengan membawa kinerja tinggi Cortex-A9 prosesor implementasi untuk pasar. Utilizing the optimized ARM Physical IP and advanced implementation techniques, this hard macro is made available as either a power optimized, or performance optimized implementation Memanfaatkan dioptimalkan ARM IP Fisik dan teknik pelaksanaan canggih, ini makro hard tersedia sebagai kekuatan dioptimalkan, atau kinerja pelaksanaan dioptimalkan
Speed Optimized: The speed-optimized hard macro implementation provides system designers with an industry standard ARM processor incorporating aggressive low-power techniques to further extend ARM's performance leadership into high-margin consumer and enterprise devices within the power envelope necessary for compact, high-density and thermally constrained environments. Speed Dioptimalkan: The-dioptimalkan keras pelaksanaan makro kecepatan menyediakan perancang sistem dengan standar ARM prosesor industri menggabungkan daya-rendah teknik agresif untuk memperpanjang kinerja kepemimpinan's ARM ke-margin konsumen tinggi dan perangkat perusahaan dalam amplop daya yang diperlukan untuk kompak,-kepadatan tinggi dan termal dibatasi lingkungan. This hard macro implementation operates in excess of 2GHz when selected from typical silicon and represents an ideal solution for high-margin performance-oriented applications. Implementasi makro keras beroperasi di lebih dari 2GHz saat dipilih dari silikon yang khas dan merupakan solusi ideal untuk aplikasi high-margin berorientasi kinerja.
Power Optimized : In many thermally constrained applications such as set-top boxes , DTVs , printers and other feature-rich consumer and high-density enterprise applications, energy efficiency is of paramount importance. Power Dioptimalkan: Dalam aplikasi termal banyak dibatasi seperti set-top box , DTVs , printer dan konsumen lain yang kaya fitur dan aplikasi perusahaan-kepadatan tinggi, efisiensi energi sangat penting. The Cortex-A9 power-optimized hard macro implementation delivers its peak performance of 4000 DMIPS while consuming less than 250mW per CPU when selected from typical silicon. The Cortex-A9 daya dioptimalkan implementasi makro keras memberikan performa puncaknya 4000 DMIPS sementara mengkonsumsi kurang dari 250mW per CPU saat dipilih dari silikon khas.
The hard macro implementations include ARM AMBA-compliant high performance system components to maximize data traffic speed and minimize power consumption and silicon area. Implementasi makro keras termasuk ARM AMBA-compliant komponen sistem kinerja tinggi untuk memaksimalkan kecepatan data lalu lintas dan meminimalkan konsumsi daya dan daerah silikon. Each Cortex-A9 hard macro implementation also includes the CoreSight™ Program Trace Macrocell ( PTM ) which provides full visibility into the processor's instruction flow enabling the software community to develop code for optimal performance. Setiap Cortex-A9 implementasi makro keras juga termasuk CoreSight ™ Program Trace macrocell ( PTM ) yang menyediakan visibilitas lengkap ke Teman instruksi aliran prosesor memungkinkan komunitas perangkat lunak untuk mengembangkan kode untuk kinerja yang optimal. Also included within the macro is the ARM high performance L2 cache controller supporting configurations between 128K and 8M of L2 cache memory. Juga termasuk dalam makro adalah performa tinggi ARM L2 cache controller mendukung konfigurasi antara 128K dan memori 8M L2 cache.

Cortex-A9 Cortex-A9
Architecture Arsitektur ARMv7-A Cortex ARMv7-Cortex A
Dhrystone Performance Dhrystone Kinerja 2.50 DMIPS/MHz per core 2,50 DMIPS / MHz per inti
Multicore Multicore 1-4 cores 1-4 core
Single core version also available Single core versi juga tersedia
ISA Support ISA Dukungan • ARM ARM
• Thumb®-2 / Thumb Thumb ® -2 / Thumb
• Jazelle® DBX and RCT Jazelle ® DBX dan RCT
• DSP extenstion DSP extenstion
• Advanced SIMD NEON™ unit (Optional) Advanced SIMD NEON ™ unit (Opsional)
• Floating Point Unit (Optional) Floating Point Unit (Opsional)
Memory Management Manajemen Memori Memory Management Unit Memory Management Unit
Debug and Trace Debug dan Trace CoreSight™ DK-A9 (available separately) CoreSight ™ DK-A9 (tersedia secara terpisah)
Cortex-A9 Key Features Cortex-A9 Fitur Utama
TrustZone® Technology TrustZone ® Teknologi
Ensures reliable implementation of security applications ranging from digital rights management to electronic payment. Memastikan pelaksanaan dapat diandalkan aplikasi keamanan mulai dari manajemen hak digital untuk pembayaran elektronik. Broad support from technology and industry Partners Broad dukungan dari Mitra teknologi dan industri
Thumb-2 Technology Thumb-2 Teknologi Delivers the peak performance of traditional ARM code while also providing up to a 30% reduction in memory required to store instructions. Memberikan kinerja puncak kode ARM tradisional sementara juga menyediakan sampai dengan pengurangan 30% dalam memori yang dibutuhkan untuk menyimpan instruksi.
Jazelle RCT and DBX Technology Jazelle RCT dan Teknologi DBX Provides up to 3x reduction on code size for Just-in-time (JIT) and ahead-of-time compilation of bytecode languages while also supporting direct byte code execution of Java instructions for acceleration in traditional virtual machines Menyediakan sampai 3x reduksi pada kode ukuran untuk Just-in-time (JIT) dan di depan-penyusunan-waktu bahasa bytecode sementara juga mendukung eksekusi kode langsung byte instruksi Java untuk percepatan dalam mesin virtual tradisional
Optimized Level 1 Caches Optimized Tingkat 1 Caches Performance and power optimized L1 caches combine minimal access latency techniques to maximize performance and minimize power consumption. Kinerja dan daya dioptimalkan L1 cache menggabungkan teknik latensi akses minimal untuk memaksimalkan kinerja dan meminimalkan konsumsi daya. Also providing the option for cache coherence for enhanced inter-processor communication or support of rich SMP capable OS for simplified multicore software development Juga menyediakan pilihan bagi koherensi cache untuk komunikasi antar-prosesor ditingkatkan atau dukungan OS SMP kaya mampu untuk pengembangan perangkat lunak multicore disederhanakan
Optional Level 2 Cache Controller Opsional Level 2 Controller Cache Providing low latency and high bandwidth access to up to 8 MB of cached memory in high frequency designs, or design needing to reduce the power consumption associated with off chip memory access Memberikan latency rendah dan akses bandwidth tinggi hingga 8 MB memori cache dalam desain frekuensi tinggi, atau desain perlu untuk mengurangi konsumsi daya yang terkait dengan akses memori off chip

Advanced Multicore Technologies Multicore Advanced Technologies
Snoop Control Unit Snoop Control Unit The SCU is the central intelligence in the ARM multicore technology and is responsible for managing the interconnect, arbitration, communication, cache-2-cache and system memory transfers, cache coherence and other capabilities for all multicore technology enabled processors. SCU adalah intelijen sentral dalam teknologi multicore ARM dan bertanggung jawab untuk mengelola interkoneksi, arbitrase, komunikasi, cache-2-cache dan transfer sistem memori, koherensi cache dan kemampuan lainnya untuk semua teknologi multicore prosesor diaktifkan. The Cortex-A9 MPCore processor for the first time also exposes these capabilities to other system accelerators and non-cached DMA driven mastering peripherals so as to increase the performance and reduce the system wide power consumption by sharing access to the processor's cache hierarchy. The MPCore Cortex-A9 prosesor untuk pertama kalinya ini juga menyebabkan kemampuan untuk akselerator sistem lainnya dan non-cache peripheral DMA menguasai didorong sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi konsumsi daya sistem lebar berbagi akses ke hirarki cache prosesor. This system coherence also reduces the software complexity involved in otherwise maintaining software coherence within each OS driver. Koherensi sistem ini juga mengurangi kompleksitas perangkat lunak yang terlibat dalam dinyatakan mempertahankan koherensi dalam masing-masing perangkat lunak driver OS.
Accelerator Coherence Port Coherence Accelerator Port This AMBA ® 3 AXI™ compatible slave interface on the SCU provides an interconnect point for a range of system masters that for overall system performance, power consumption or reasons of software simplification are better interfaced directly with the Cortex-A9 MPCore processor. Ini AMBA ® 3 AXI ™ kompatibel antarmuka budak di SCU menyediakan interkoneksi titik untuk berbagai sistem yang master untuk kinerja sistem secara keseluruhan, konsumsi daya atau alasan penyederhanaan perangkat lunak yang lebih baik dihubungkan langsung dengan A9 MPCore prosesor-Cortex. This interface acts as a standard AMBA 3 AXI slave, and supports all standard read and write transactions without any additional coherence requirements placed on attached components. Antarmuka ini bertindak sebagai budak 3 standar AMBA AXI, dan mendukung standar semua membaca dan menulis transaksi tanpa persyaratan koherensi tambahan ditempatkan pada komponen terpasang. However, any read transactions to a coherent region of memory will interact with the SCU to test whether the required information is already stored within the processor L1 caches. Namun, setiap membaca transaksi ke daerah koheren memori akan berinteraksi dengan SCU untuk menguji apakah informasi yang dibutuhkan sudah tersimpan dalam prosesor L1 cache. If it is, it is returned directly to the requesting component. Jika ya, itu dikembalikan langsung ke komponen meminta. If it missed in the L1 cache, then there is also the opportunity to hit in L2 cache before finally being forwarded to the main memory. Jika tidak terjawab di L1 cache, maka ada juga kesempatan untuk memukul dalam cache L2 sebelum akhirnya diteruskan ke memori utama. Write transactions to any coherent memory region, the SCU will enforce coherence before the write is forwarded to the memory system. Tulis transaksi untuk setiap wilayah memori yang koheren, SCU akan menegakkan koherensi sebelum menulis diteruskan ke sistem memori. The transaction may also optionally allocate into the L2 cache hence removing the power and performance impact of writing directly through to the off chip memory Transaksi ini juga dapat opsional mengalokasikan ke L2 cache sehingga mengurangi dampak kekuatan dan kinerja menulis langsung melalui ke memori off chip
Generic Interrupt Controller Generik Interrupt Controller Implementing the standardized and architected interrupt controller, the GIC provides a rich and flexible approach to inter-processor communication and the routing and prioritisation of system interrupts. Melaksanakan interrupt controller standar dan arsitek, yang GIC memberikan pendekatan yang kaya dan fleksibel untuk komunikasi antar-prosesor dan mendahulukan routing dan sistem interrupt. Supporting up to 224 independent interrupts, under software control, each interrupt can be distributed across CPU, hardware prioritised, and routed between the operating system and TrustZone software management layer. Mendukung sampai 224 interrupts independen, di bawah kontrol perangkat lunak, setiap interupsi dapat didistribusikan di seluruh CPU, perangkat keras diprioritaskan, dan diteruskan antara sistem operasi dan TrustZone manajemen lapisan software. This routing flexibility and the support for virtualization of interrupts into the operating system, provides one of the key features required to enhance the capabilities of a solution utilizing a paravirtualization manager. Ini fleksibilitas routing dan dukungan untuk virtualisasi interrupts ke dalam sistem operasi, menyediakan salah satu fitur kunci yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan solusi menggunakan manajer paravirtualization.

Advanced Optional Technologies Opsional Advanced Technologies
Cortex-A9 NEON Media Processing Engine (MPE) Cortex-A9 NEON Media Processing Engine (MPE) The Cortex-A9 MPE can be used with either of the Cortex-A9 processors and provides an engine that offers both the performance and functionality of the Cortex-A9 Floating-Point Unit plus an implementation of the NEON Advanced SIMD instruction set for further acceleration of media and signal processing functions. The-A9 MPE Cortex dapat digunakan dengan salah satu dari prosesor Cortex-A9 dan menyediakan mesin yang menawarkan kinerja dan fungsionalitas dari Cortex A9-Floating-Point Unit plus sebuah implementasi dari NEON instruksi SIMD Advanced ditetapkan untuk percepatan lebih lanjut media dan fungsi pemrosesan sinyal. The MPE extends the Cortex-A9 processor's floating-point unit (FPU) to provide a quad-MAC and additional 64-bit and 128-bit register set supporting a rich set of SIMD operations over 8, 16 and 32-bit integer and 32-bit Floating-Point data quantities every cycle. The MPE memperluas-A9 prosesor Cortex's -point unit floating (FPU) untuk memberikan quad-MAC dan tambahan 64-bit dan 128-bit register set mendukung satu set kaya operasi SIMD lebih dari 8, 16 dan-bit integer 32 dan 32 -bit Floating-Point jumlah data setiap siklus.
Cortex-A9 Floating-Point Unit (FPU) Cortex A9 Floating-Point Unit (FPU) When implemented along with either of the Cortex-A9 processors, the FPU provides high-performance single, and double precision Floating-Point instructions compatible with the ARM VFPv3 architecture that is software compatible with previous generations of ARM Floating-Point coprocessor . Ketika dilaksanakan bersama dengan salah satu prosesor Cortex-A9, FPU menyediakan performa tinggi tunggal, dan double presisi Floating-Point instruksi yang kompatibel dengan arsitektur VFPv3 ARM yang merupakan perangkat lunak kompatibel dengan generasi sebelumnya coprocessor Floating-Point ARM .

Description Deskripsi AMBA Bus Bus AMBA System IP Components Sistem IP Komponen
Advanced AMBA 3 Interconnect IP Advanced AMBA 3 Interconnect IP AXI AXI NIC-301, PL301 NIC-301, PL301
DMA Controller DMA Controller AXI AXI DMA-330 , PL330 DMA-330, PL330

Level 2 Cache Controller Cache Level 2 Controller AXI AXI L2C-310 , PL310 L2C-310, PL310

Dynamic Memory Controller Dynamic Memory Controller AXI AXI DMC-340 , PL340 DMC-340, PL340

DDR2 Dynamic Memory Controller DDR2 Memory Controller Dinamis AXI AXI DMC-342 DMC-342

Static Memory Controller Static Memory Controller AXI AXI SMC-35x , PL35x SMC-35x, PL35x
TrustZone Address Space Controller TrustZone Ruang Alamat Controller AXI AXI PL380 PL380
CoreSight™ Design Kit CoreSight ™ Kit Design ATB ATB CDK-11 CDK-11

Media Processors Media Prosesor
The Mali™ family of products combine to provide the complete graphics stack for all embedded graphics needs, enabling device manufacturers and content developers to deliver the highest quality, cutting edge graphics solutions across the broadest range of consumer devices. Para ™ keluarga Mali produk menggabungkan untuk memberikan grafis yang lengkap stack untuk semua kebutuhan grafis tertanam, memungkinkan perangkat produsen dan pengembang konten untuk memberikan kualitas tertinggi, memotong tepi solusi grafis yang luas di seluruh perangkat konsumen.
Mali-400 GPU Mali-400 GPU
World's first OpenGL ES 2.0 conformant multi-core GPU provides 2D and 3D acceleration with performance scalable up to 1080p resolution pertama di dunia OpenGL ES 2.0 GPU multi-core konforman memberikan akselerasi 2D dan 3D dengan kinerja scalable up to 1080p resolusi
Mali-200 GPU Mali-200 GPU
High performance graphical processor providing advanced 2D and 3D acceleration. Tinggi kinerja prosesor grafis yang menyediakan 2D maju dan akselerasi 3D. Supports OpenGL ES 2.0 Mendukung OpenGL ES 2.0

Physical IP Fisik IP
ARM ® Physical IP Platforms deliver process optimized IP, for best-in-class implementations of the Cortex-A9 processor at 40nm and below. ARM ® Fisik IP Platform memberikan proses dioptimalkan IP, untuk-dalam-kelas implementasi terbaik dari prosesor Cortex-A9 di 40nm dan bawah.
Standard Cell Logic Libraries Logic Cell Standar Perpustakaan
Available in a variety of different architectures ARM Standard Cell Libraries support a wide performance range for all types of SoC designs. Tersedia dalam berbagai arsitektur yang berbeda ARM Standard Cell Library mendukung berbagai macam kinerja untuk semua jenis desain SoC. Designers can choose between different libraries and optimize their designs for speed, power and/or area Desainer dapat memilih antara perpustakaan yang berbeda dan mengoptimalkan desain untuk kecepatan, daya dan / atau area
Memory Compilers and Registers Compiler memori dan register
A broad array of silicon proven SRAM , Register File and ROM memory compilers for all types of SoC designs ranging from performance critical to cost sensitive and low power applications. Sebuah array yang luas dari silikon terbukti SRAM , Pendaftaran File dan memori ROM kompiler untuk semua jenis SoC desain mulai dari kinerja penting untuk biaya rendah daya aplikasi dan sensitif.
Interface Libraries Interface Perpustakaan
A broad portfolio of silicon-proven Interface IP designed to meet varying system architectures and standards. General Purpose I/O , Specialty I/O , High Speed DDR and Serial Interfaces are optimized to deliver high data throughput performance with low pin counts. Sebuah portofolio luas terbukti Interface IP-silikon yang dirancang untuk memenuhi berbagai arsitektur sistem dan standar. General Purpose I / O , Specialty I / O , Kecepatan Tinggi DDR dan Antarmuka serial yang dioptimalkan untuk memberikan data kinerja throughput yang tinggi dengan jumlah pin rendah.

Arm cortex A9

Tabulet Troy: Tablet PC Teknologi Prosesor ARM Cortex A9




Jakarta, CHIP.co.id - Setelah pada beberapa waktu lalu PT Erasa menghadirkan Tabulet Mech di pasar Indonesia dan telah menggelar pameran di berbagai lokasi seluruh Indonesia, kali ini hadir kembali dengan ukuran display yang serupa, dengan nama Tabulet Troy. Menggusung slogan "Everyone Anytime Anywhere", Tabulet Troy hadir dengan teknologi terbaru dipersenjatai dengan prosesor ARM Cortex A9. Acara peluncuran Tabulet Troy mengambil tempat di Fx Mal, Fcone, Jakarta (7/6).

Raymond Widjaja selaku Product Manager Tabulet menjelaskan secara rinci mengenai tablet PC terbarunya. Selain menggunakan prosesor teknologi terbaru, Tabulet Troy ditunjang dengan performa dari Open GL ES2.0, dan prosesor grafis 3D ARM Mali-400 yang akan memberikan pengalaman grafis dan kinerja tablet dengan cepat.

Tabulet Troy hadir dengan kinerja yang lebih baik dan tetap hemat energi, dimana tablet ini mampu bertahan hingga 10 jam dalam penggunaan normal, dan 6 jam untuk penggunaan secara online. Dipadu dengan stereo speaker berkualitas high quality sound, mampu memberikan pengalaman audio dan menampilkan film video full HD 1080 pada layar lCD 7 inci 800x480. Tabulet Troy menggunakan sistem operasi Android 2.2 Froyo yang memiliki kapasitas penyimpanan internal sebesar 4GB dan memori sebesar 512MB.


Tabulet Troy memiliki bobot 345 gram dengan dibalut casing stylish dari alumunium yang disertai dengan rubber coating agar tidak licin saat berada pada genggaman tangan. Untuk menambah kenyamanan, pengguna dapat melakukan upgrade firmware Tabulet Troy melalui situs www.tabuletpc.com dan hadir juga berbagai permainan yang dapat diunduh melalui Android Market.

Tabulet Troy hadir dipasaran dengan remote control yang disertai dalam paket pembeliannya dengan harga Rp 2.299.000,- dan akan mendapatkan penawaran dengan harga menarik yang dipaket bersama modem My WiFi SpeedUp dan paket Telkomsel Flash gratis selama 6 bulan internet pada pameran saat pameran.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tabulet Troy dapat bergabung dengan jejaring sosial Facebook Tabulet ataupun Twitter @MyTabulet selain melalui situs official Tabulet di www.tabuletpc.com.
Spesifikasi Tabulet Troy
• OS : Android Froyo
• CPU : Amlogic Cortex A9
• LCD : 7 inci 800x480
• Memori Internal : 4GB Nand Flash
• Memori External : MicroSD Card up to 32GB
• Memori RAM : SDRAM 512MB DDR2
• Video : 1080p Full Format Video Player
• Battery : Li-Battery 3750 mAh
• Battery Life : 10 jam (normal), 6 jam (online)
• Connection : WiFi 802.11 b/g, Infrared
• 3G : Support external 3G Module
• Others : Remote Control, High Quality Earphone
• Weight : 345 grams
• Size : 195x120x

TRANSLASI

Translasi adalah proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA ke dalam urutan asam amino. Translasi menjadi tiga tahap (sama seperti pada transkripsi) yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi. Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu mRNA, tRNA, dan ribosom selama proses translasi. Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida juga membutuhkan sejumlah energi. Energi ini disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip dengan ATP.
1. Inisiasi
Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA, sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida, dan dua sub unit ribosom.
mRNA yang keluar dari nukleus menuju sitoplasma didatangi oleh ribosom, kemudian mRNA masuk ke dalam “celah” ribosom. Ketika mRNA masuk ke ribosom, ribosom “membaca” kodon yang masuk. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. Sebagai catatan ribosom yang datang untuk mebaca kodon biasanya tidak hanya satu, melainkan beberapa ribosom yang dikenal sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk satu, di mana tusuknya adalah “mRNA” dan daging adalah “ribosomnya”. Dengan demikian, proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Ketika kodon I terbaca ribosom (misal kodonnya AUG), tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang. tRNA masuk ke celah ribosom.
Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal.
2. Elongasi
Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin). Ribosom terus bergeser agar mRNA lebih masuk, guna membaca kodon II. Misalnya kodon II UCA, yang segera diterjemahkan oleh tRNA berarti kodon AGU sambil membawa asam amino serine. Di dalam ribosom, metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan serine membentuk dipeptida.
Ribosom terus bergeser, membaca kodon III. Misalkan kodon III GAG, segera diterjemahkan oleh antikodon CUC sambil membawa asam amino glisin. tRNA tersebut masuk ke ribosom. Asam amino glisin dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom, yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida.
Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino. Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim, yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.
3. Terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga kodon stop mencapai ribosom. Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, dan UGA. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sinyal untuk menghentikan translasi. Polipeptida yang dibentuk kemudian “diproses” menjadi protein.